JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) merilis data terbaru harga bahan pokok nasional menjelang pergantian tahun 2026.
Berdasarkan Panel Harga Bapanas per 27 Desember 2025, sejumlah komoditas strategis masih menunjukkan fluktuasi harga antarwilayah, terutama beras, cabai, dan protein hewani.
Untuk komoditas beras, harga rata-rata nasional beras premium tercatat sebesar Rp 15.396 per kilogram, sedangkan beras medium berada di angka Rp 13.375 per kilogram.
Adapun beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dijual rata-rata Rp 12.385 per kilogram.
Selisih harga cukup lebar terjadi antarprovinsi, dengan harga tertinggi umumnya tercatat di wilayah timur Indonesia.
Harga kedelai biji kering impor berada di kisaran Rp 10.638 per kilogram secara nasional.
Komoditas ini masih menjadi bahan baku penting bagi industri tahu dan tempe.
Sementara itu, harga bawang dan cabai menunjukkan kecenderungan tinggi menjelang akhir tahun.
Bawang merah rata-rata nasional dijual Rp 44.421 per kilogram, sedangkan bawang putih bonggol Rp 36.671 per kilogram.
Untuk cabai, hargacabai rawit merah tercatat paling tinggi dengan rata-rata nasional Rp 64.205 per kilogram, disusul cabai merah keriting Rp 48.233 per kilogram.
Pada komoditas gula dan garam, harga gula konsumsi nasional berada di angka Rp 17.968 per kilogram, sementara garam konsumsi Rp 11.603 per kilogram.
Bapanas juga mencatat harga protein hewani relatif stabil meski masih terdapat disparitas wilayah.