MEDAN - Hargapangan rata-rata nasional di Indonesia bergerak bervariasi pada Senin, 29 Desember 2025.
Berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas) pukul 08.52 WIB, harga beras mengalami penurunan.
Beras premium turun 1,67% ke Rp15.280 per kilogram, beras medium turun 2,83% ke Rp13.163 per kilogram, sementara beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Perum Bulog lebih murah 0,67% ke Rp12.378 per kilogram.
Komoditas lainnya juga mengalami penurunan. Jagung peternak turun 4,83% menjadi Rp6.602 per kilogram, kedelai biji kering impor turun 2,26% ke Rp10.580 per kilogram.
Bawang merah lebih murah 6,53% ke Rp43.698 per kilogram, bawang putih turun 3,99% menjadi Rp36.626 per kilogram.
Harga cabai bergerak bervariasi. Cabai merah keriting turun 5,17% ke Rp47.223 per kilogram, cabai merah besar turun 12,39% menjadi Rp40.234 per kilogram, sedangkan cabai rawit merah justru naik 6,02% menjadi Rp61.860 per kilogram.
Daging sapi murni turun 1,04% ke Rp134.055 per kilogram, daging ayam ras turun 2,26% ke Rp39.130 per kilogram, dan telur ayam ras turun 2,18% menjadi Rp30.867 per kilogram.
Sementara itu, gula konsumsi turun 1,62% ke Rp17.788 per kilogram, garam konsumsi turun 0,57% ke Rp11.341 per kilogram, tepung terigu curah turun 4,43% menjadi Rp9.278, dan tepung terigu kemasan turun 4,05% ke Rp12.379 per kilogram.
Harga minyak goreng ikut turun. Minyak goreng kemasan turun 2,61% ke Rp20.393 per liter, curah turun 1,95% ke Rp17.366 per liter, sedangkan Minyakita turun 2,69% menjadi Rp17.130 per liter.
Daging kerbau segar lokal turun 1,12% ke Rp139.167 per kilogram, sementara daging kerbau beku impor turun 7,49% menjadi Rp98.703 per kilogram.
Sementara harga ikan bergerak beragam. Ikan kembung naik 2,76% ke Rp44.569 per kilogram, ikan tongkol turun 0,89% ke Rp35.281 per kilogram, dan ikan bandeng turun 6,09% menjadi Rp33.761 per kilogram.
Pergerakan harga pangan ini menjadi acuan bagi konsumen dan pedagang menjelang akhir tahun, sekaligus menjadi indikator ketersediaan dan stabilitas pasokan di pasaran.*