Purbaya mengatakan kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan secara langsung persoalan yang disampaikan Danantara.
"Kemarin Danantara komplain katanya Coretax tidak berjalan. Saya ingin lihat apakah memang sistemnya bermasalah atau justru penggunaannya yang belum tepat," ujar Purbaya dalam unggahan video di akun Instagram resminya.
Dalam kunjungan itu, Purbaya didampingi tim teknologi informasi pajak serta petugas dari kantor pajak setempat.
Ia mengaku menerima keluhan cukup serius dari pihak Danantara terkait kendala penggunaan sistem administrasi perpajakan tersebut.
Namun, setibanya di kantor Danantara, Purbaya menyebut Pandu Sjahrir tidak berada di tempat karena sedang berada di luar negeri.
Meski demikian, Purbaya memastikan pengecekan tetap dilakukan.
"Habis-habisan mengeluh, tapi saat saya datang justru beliau ke luar negeri," kata Purbaya.
Hasil peninjauan menunjukkan sebagian besar persoalan yang dikeluhkan telah diperbaiki.
Menurut Purbaya, masih terdapat beberapa kendala teknis berskala kecil yang tidak berdampak signifikan terhadap operasional sistem maupun kewajiban wajib pajak.
"Kami hanya perlu sedikit penyesuaian di sisi perangkat lunak. Mungkin satu sampai dua minggu ke depan sudah rampung. Itu pun sifatnya minor dan tidak sampai membuat sistem berhenti," ujarnya.
Purbaya menilai secara umum Coretax menunjukkan perkembangan ke arah yang lebih baik, meski ia tidak menampik masih terdapat kekurangan yang perlu disempurnakan.
"Sistem Coretax sudah menuju arah yang lebih baik. Memang belum sempurna, tapi perbaikannya terus berjalan," kata Purbaya.
Sistem Coretax sendiri merupakan bagian dari upaya modernisasi administrasi perpajakan yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kepatuhan wajib pajak.*