Penegasan tersebut disampaikan dalam kunjungan kerja spesifik yang dilaksanakan di Pontianak.
Kegiatan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPR RI untuk menggali lebih dalam kesiapan proyek strategis nasional agar benar-benar memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah maupun nasional.
Melalui fungsi pengawasan, Komisi VI memastikan proyek pengolahan bauksit menjadi alumina hingga aluminium di Mempawah berjalan tepat waktu, sesuai target, serta mampu menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja bagi masyarakat Kalimantan Barat.
Dalam pertemuan tersebut, PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) memaparkan progres pembangunan Fasilitas Pengolahan dan Pemurnian Bauksit–Alumina–Aluminium di Mempawah, yang menjadi bagian penting dari rantai hilirisasi mineral nasional.
Direktur Utama INALUM, Melati Sarnita, menyampaikan optimisme terhadap integrasi industri aluminium nasional.
"Kami optimistis integrasi pasokan bauksit, proses pemurnian alumina, hingga pengolahan aluminium akan menjadi motor penggerak ekonomi yang tangguh bagi masa depan industri aluminium nasional," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI, Eko Hendro Purnomo, menegaskan bahwa DPR RI berkomitmen penuh mengawal agenda hilirisasi mineral di Kalimantan Barat.
"Kunjungan kerja spesifik ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan Komisi VI DPR RI untuk memastikan proyekhilirisasi bauksit melalui fasilitas pengolahan dan pemurnian di Mempawah berjalan sesuai target, tepat waktu, dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah serta nasional," tegasnya.
Kunjungan ini juga bertujuan mengidentifikasi berbagai kendala teknis, regulasi, dan tantangan global yang berpotensi memengaruhi percepatan proyekhilirisasi aluminium.
Melalui dialog konstruktif antara legislatif dan manajemen perusahaan, diharapkan dapat ditemukan langkah-langkah taktis guna memperkuat daya saing industri nasional di tengah dinamika pasar global.
Proyek smelter aluminium dan SGAR Fase 2 di Mempawah diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat kemandirian industri dalam negeri, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis sumber daya alam dengan nilai tambah tinggi.*
(ad)
Editor
: Adelia Syafitri
Kunjungan Kerja di Pontianak, DPR RI Pastikan Proyek Smelter Mempawah Berjalan Sesuai Target