BREAKING NEWS
Rabu, 11 Maret 2026

Tiket Pesawat Mahal Jelang Mudik, Menhub Ungkap 2 Faktor Utama

Adam - Rabu, 11 Maret 2026 19:55 WIB
Tiket Pesawat Mahal Jelang Mudik, Menhub Ungkap 2 Faktor Utama
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyinggung dua faktor utama yang memengaruhi mahalnya harga tiket pesawat, yakni nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat serta kenaikan harga avtur.

Pernyataan itu disampaikan Dudy dalam rapat bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026.

Rapat tersebut membahas kesiapan infrastruktur dan layanan transportasi menjelang mudik Lebaran tahun ini.

Baca Juga:

Menurut Dudy, ketentuan tarif batas atas dan tarif batas bawah penerbangan domestik terakhir ditetapkan pada 2019.

Pada saat itu, asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar berada di kisaran Rp14.165, sementara harga avtur sekitar Rp10.845 per liter.

Namun kondisi ekonomi saat ini telah berubah. Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, nilai tukar rupiah telah mencapai sekitar Rp16.779 per dolar AS, sedangkan harga avtur meningkat menjadi sekitar Rp15.432 per liter.

Perubahan tersebut, kata Dudy, menjadi pertimbangan jika pemerintah ingin melakukan revisi terhadap aturan tarif penerbangan.

Meski demikian, ia menekankan bahwa kebijakan tarif harus mempertimbangkan keseimbangan antara keberlanjutan industri penerbangan dan kepentingan masyarakat sebagai pengguna jasa transportasi.

Ketua Komisi V DPR RI Lasarus sempat menyinggung kemungkinan kenaikan tarif tiket pesawat jika asumsi ekonomi tersebut diperbarui.

Menanggapi hal itu, Dudy menyatakan pemerintah masih perlu membahasnya lebih lanjut agar kebijakan yang diambil tetap seimbang.

Isu mahalnya tiket pesawat kembali menjadi sorotan publik menjelang musim mudik Lebaran, ketika permintaan transportasi udara meningkat tajam.*

(d/dh)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Menkeu: Pastikan APBN 2026 Aman Meski Ekonomi Global Tak Pasti
Rupiah Sempat Tembus Rp17.000 per Dolar AS, Menkeu Purbaya Mengaku Dimaki Netizen di TikTok
Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.852/US$, Sentimen Turunnya Harga Minyak Jadi Pemicu
Pasar Terkerek, Rupiah Ditutup Lebih Kuat Didukung Sentimen Geopolitik
Rupiah Menguat Tipis, Tapi Ancaman Gejolak AS-Iran Bisa Bikin Tekanan Berat
Wali Kota Medan Rico Waas Akan Revisi SE Penataan Daging Nonhalal, Akomodir Aspirasi Pedagang
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru