Ia menambahkan, kajian ini dilakukan demi menjaga ketahanan fiskal negara meskipun Indonesia belum berada dalam masa krisis yang lebih parah.
Selain pemotongangajipejabat, pemerintah juga tengah memikirkan langkah-langkah penghematan lainnya, termasuk mengurangi konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan cara mendorong masyarakat untuk bermigrasi menggunakan transportasi publik.
Prasetyo menyatakan bahwa meskipun Indonesia masih memiliki pasokan BBM yang cukup hingga 21-25 hari ke depan, negara harus tetap waspada terhadap fluktuasi harga minyak dunia.
"Stok cadangan kita, sekian hari itu bukan berarti setelah itu habis minyaknya, itu kan mekanisme yang storage, penyimpanan yang begitu kosong itu diisi lagi, begitu kosong diisi lagi," kata Prasetyo menjelaskan.
Pemerintah juga tengah mengkaji bagaimana membatasi penggunaan kendaraan dinas di lingkungan pemerintahan untuk mengurangi pengeluaran.
Menanggapi usulan pemotongangaji tersebut, beberapa anggota DPR menyambut positif wacana tersebut sebagai bentuk teladan dari pemimpin dalam menghadapi situasi sulit.
Namun, beberapa juga mengingatkan agar keputusan pemotongangaji harus seimbang dan tidak memberatkan sektor-sektor penting yang juga membutuhkan perhatian pemerintah.
Dengan langkah-langkah penghematan ini, pemerintah berharap dapat mengurangi tekanan pada anggaran negara dan menjaga stabilitas ekonomi, meskipun situasi global tetap penuh ketidakpastian.*