BREAKING NEWS
Jumat, 27 Maret 2026

Harga Emas Antam Stagnan, Namun Buyback Anjlok Rp 80.000 Hari Ini

Adelia Syafitri - Selasa, 24 Maret 2026 09:13 WIB
Harga Emas Antam Stagnan, Namun Buyback Anjlok Rp 80.000 Hari Ini
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) stagnan pada perdagangan hari ini, Selasa (24/03/2026).

Meskipun harga jual emas logam mulia tidak berubah, harga pembelian kembali (buyback) turun signifikan.

Pada hari ini, harga emas Logam Mulia Antam tercatat di Rp 2.843.000 per gram, tidak ada perubahan dibandingkan harga sehari sebelumnya.

Baca Juga:

Namun, harga buyback mengalami penurunan sebesar Rp 80.000, menjadi Rp 2.480.000 per gram.

Berikut adalah daftar lengkap harga emas batangan Logam Mulia Antam untuk berbagai ukuran pada hari ini:

0,5 gr: Rp 1.471.500
1 gr: Rp 2.843.000
2 gr: Rp 5.626.000
3 gr: Rp 8.414.000
5 gr: Rp 13.990.000
10 gr: Rp 27.925.000
25 gr: Rp 69.687.000
50 gr: Rp 139.295.000
100 gr: Rp 278.512.000
250 gr: Rp 696.015.000
500 gr: Rp 1.391.820.000
1000 gr: Rp 2.783.600.000

Harga emas Antam turut dipengaruhi oleh perkembangan harga emas dunia yang mengalami penurunan tajam dalam beberapa hari terakhir.

Pada Senin (23/03/2026), harga emas dunia ditutup pada level USD 4.408,1 per troy ounce, turun sebesar 1,79% dan mencatatkan posisi penutupan terendah sejak 2 Januari 2026.

Penurunan harga emas global tersebut sudah berlangsung selama empat hari berturut-turut, dengan total penurunan hampir mencapai 12%.

Menurut analis, ketegangan geopolitik, terutama yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Iran, turut mempengaruhi harga emas.

Konflik tersebut menyebabkan penutupan arus pelayaran di Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak global, yang semakin memperburuk kondisi pasar.

Harga minyak, khususnya jenis Brent, mengalami lonjakan signifikan dalam sebulan terakhir, naik hampir 45%, sementara harga minyak jenis light sweet melejit hampir 39%.

Kenaikan harga minyak ini berpotensi mendorong inflasi, yang membuat prospek penurunan suku bunga acuan menjadi lebih sulit.

Kenaikan inflasi, terutama pada bahan bakar minyak (BBM), mengurangi daya tarik emas sebagai aset safe haven.


Pada awalnya, pasar memprediksi bahwa Federal Reserve di AS akan menurunkan suku bunga acuan hingga tiga kali pada tahun ini.

Namun, dengan kondisi inflasi yang meningkat akibat lonjakan harga minyak, pasar kini harus menyesuaikan harapan tersebut.

Emas dikenal sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil atau return langsung.

Sebagai non-yielding asset, harga emas cenderung lebih menarik saat suku bunga turun, karena tidak ada biaya kesempatan untuk menahan emas dibandingkan dengan instrumen lain seperti obligasi yang memberikan imbal hasil.

Namun, dengan ketidakpastian ekonomi yang semakin meningkat dan prospek suku bunga yang lebih tinggi, banyak investor yang mulai beralih ke instrumen lain yang lebih menguntungkan.

Bagi investor yang mengandalkan emas sebagai investasi jangka panjang, kondisi ini tentu menjadi tantangan.*


(bb/ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Trump Umumkan Pembicaraan Damai AS-Iran
Harga Emas Antam Anjlok Rp50.000 di Awal Pekan, Waktunya Beli?
748 Warga Binaan Lapas Labuhan Ruku Terima Remisi Idul Fitri 1447 H, Wujud Apresiasi dan Harapan Baru
Hari Ketiga Lebaran, Lapas Labuhan Ruku Berikan Pelayanan Kunjungan Maksimal bagi Warga Binaan
Sambut Idul Fitri 1447 H, Kalapas Labuhan Ruku Berikan Arahan Kunjungan Lebaran kepada Warga Binaan
Harga Pangan Meroket Jelang Lebaran 2026: Cabai Rawit Tembus Rp131.000 per Kg!
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru