Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi saat menghadiri acara halalbihalal dan peringatan satu tahun komunitas Youtuber Nusantara di Kota Solo, Sabtu, 4 April 2026.
Menurut Jokowi, dunia saat ini tengah menghadapi tiga tantangan besar, yakni perubahan iklim, ketegangan geopolitik, dan disrupsi teknologi, termasuk perkembangan kecerdasan buatan serta robot humanoid.
Dalam konteks geopolitik, ia menyoroti meningkatnya harga minyak dunia akibat konflik global, termasuk perang Rusia-Ukraina serta eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Jokowi menyebut harga minyak dunia yang sebelumnya berada di kisaran 60 hingga 70 dolar Amerika Serikat per barel kini telah melonjak menjadi sekitar 108 hingga 112 dolar AS per barel.
Kondisi tersebut, kata dia, membuat banyak negara menghadapi tekanan berat. Namun, pemerintah Indonesia dinilai masih mampu menjaga stabilitas harga BBM domestik.
"Negara lain sudah menaikkan harga hingga 40 sampai 60 persen, sementara kita masih bertahan," ujar Jokowi.
Ia menilai kebijakan tersebut merupakan keputusan yang telah melalui perhitungan matang, meskipun memiliki konsekuensi terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Jokowi berharap pemerintah tetap mampu mengendalikan dampak kenaikan harga minyak global, meski ketidakpastian konflik internasional masih berlangsung.*
(d/dh)
Editor
: Nurul
Jokowi Apresiasi Pemerintah Tahan Harga BBM di Tengah Kenaikan Minyak Dunia