BREAKING NEWS
Selasa, 14 April 2026

Harga Minyak Dunia Tembus USD100, Pemerintah Pastikan RI Aman dari Krisis Energi

Adam - Selasa, 14 April 2026 11:56 WIB
Harga Minyak Dunia Tembus USD100, Pemerintah Pastikan RI Aman dari Krisis Energi
Prospek Minyak Pekan Ini, Risiko Geopolitik Jaga Tren Penguatan. (Foto: Freepik)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Harga minyak dunia kembali menembus USD100 per barel di tengah meningkatnya tensi geopolitik global. Pemerintah memastikan Indonesia tetap aman dari ancaman krisis energi.

Presiden RI Prabowo Subianto bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia terus berupaya menjaga ketahanan energi nasional.

Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya tekanan global terhadap sektor energi akibat konflik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Baca Juga:

Anggota DPR RI M. Sarmuji menilai langkah cepat pemerintah perlu mendapat dukungan di tengah situasi global yang tidak menentu.

"Konflik geopolitik di Timur Tengah telah memicu guncangan besar pada pasar energi dunia. Dalam kondisi seperti ini, pemerintah bekerja keras untuk memastikan Indonesia tetap aman dari ancaman krisis energi," ujar Sarmuji, Selasa (14/4/2026).

Lonjakan harga minyak dunia terlihat dari jenis Brent dan WTI yang kini berada di kisaran USD102 hingga USD106 per barel. Kondisi ini dipicu meningkatnya ketegangan global serta gangguan distribusi energi di Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak global, sehingga setiap gangguan di kawasan tersebut berdampak besar terhadap harga energi dunia.

Dalam skenario terburuk, harga minyak bahkan berpotensi melonjak hingga USD150 per barel apabila konflik terus bereskalasi dan pasokan semakin terganggu.

Sarmuji menyebut kondisi ini membuat upaya mencari sumber energi alternatif menjadi semakin sulit. Oleh karena itu, pemerintah harus bergerak cepat untuk mengamankan pasokan energi nasional.

Ia menambahkan, pemerintah telah melakukan berbagai langkah antisipatif, mulai dari menjaga stok energi, mengamankan rantai pasok, hingga memperkuat diplomasi energi dengan berbagai negara mitra.

"Langkah ini penting agar Indonesia tidak terjebak dalam krisis energi global yang berdampak pada ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.*

(oz/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prabowo Kaji Pemotongan Gaji Menteri dan Anggota DPR, Golkar Siap Mendukung
Golkar Anggap Wajar Jokowi Bekerja “Mati-matian” untuk PSI, Karena Putranya Kini Pimpin Partai
Putusan MK Pisahkan Pemilu Nasional dan Daerah, Golkar: Final, Tapi Masih Dipertanyakan
Sekjen Golkar Soal Isu Reshuffle Airlangga: Saya Nggak Pernah Dibisiki Presiden
Golkar Jamin Dwifungsi ABRI Tidak Akan Kembali dalam Revisi UU TNI
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru