Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pemerintah menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terkendali di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Hal tersebut disampaikan usai pertemuannya dengan lembaga pemeringkat global Standard & Poor's (S&P) di Washington DC, Amerika Serikat, Selasa (14/4/2026).
"Mereka menanyakan cukup detail kondisi fiskal kita, termasuk defisit tahun ini dan tahun lalu. Saya tegaskan kita konsisten menjaga defisit di bawah 3 persen," ujar Purbaya dalam keterangannya, Kamis (16/4/2026).
Baca Juga:
Purbaya menjelaskan, defisit APBN 2026 yang sebelumnya diproyeksikan berada di kisaran 2,9 persen terhadap PDB, kini berpotensi turun menjadi sekitar 2,8 persen. Meski masih sedikit di atas target awal 2,68 persen, tren tersebut dinilai positif oleh S&P.
"Dari laporan awal 2,9 persen, ada indikasi turun ke 2,8 persen. Mereka cukup positif melihat perkembangan ini," katanya.
Selain itu, S&P juga mencermati perbaikan kinerja ekonomi Indonesia, terutama pada triwulan IV-2025 yang menunjukkan tren peningkatan dibanding periode sebelumnya. Hal ini turut memperkuat posisi Indonesia di level investment grade dengan peringkat BBB dan outlook stabil.
Namun demikian, S&P memberikan catatan terkait rasio pembayaran bunga utang terhadap pendapatan negara yang masih berada di atas 15 persen. Pemerintah memastikan akan terus memantau dan memperbaiki kondisi tersebut.
"Kita akan pastikan kondisi fiskal tetap terjaga dan tidak memburuk. Perbaikan akan dilakukan seiring peningkatan penerimaan pajak dan cukai," tegas Purbaya.
Pemerintah menilai stabilitas fiskal menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan investor serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika global.*
(d/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.