BREAKING NEWS
Selasa, 28 April 2026

RI Butuh 8,6 Juta Ton LPG, Produksi Minim, Bahlil Sebut Impor Capai 7 Juta Ton

Adelia Syafitri - Selasa, 28 April 2026 08:04 WIB
RI Butuh 8,6 Juta Ton LPG, Produksi Minim, Bahlil Sebut Impor Capai 7 Juta Ton
ilustrasi kapal LPG. (Foto: Dok PPN)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Indonesia masih bergantung pada impor liquefied petroleum gas (LPG) untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Pemerintah mencatat konsumsi LPG nasional mencapai 8,6 juta ton per tahun, sementara produksi domestik baru mampu memenuhi sekitar 1,6 hingga 1,7 juta ton.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan kekurangan pasokan tersebut membuat Indonesia harus mengimpor sekitar 7 juta ton LPG setiap tahunnya.

"Dari 8,6 juta ton itu hanya sekitar 1,6–1,7 juta ton yang produksi dalam negeri. Selebihnya kita impor kurang lebih sekitar 7 juta ton," ujar Bahlil usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Senin (27/4/2026).

Baca Juga:

Menurut Bahlil, kondisi ketergantungan impor ini telah berlangsung sejak program konversi minyak tanah ke LPG diberlakukan. Keterbatasan bahan baku utama LPG, yakni propana (C3) dan butana (C4), menjadi salah satu penyebab utama produksi dalam negeri belum optimal.

Ia mengaku pemerintah terus mengkaji berbagai opsi untuk mengurangi ketergantungan impor, termasuk mencari sumber energi alternatif.

Sebagai langkah solusi, pemerintah tengah menyiapkan transisi energi melalui pengembangan dimetil eter (DME) dan pemanfaatan compressed natural gas (CNG).

Bahlil menjelaskan, bahan baku untuk CNG relatif melimpah di dalam negeri karena berasal dari gas metana (C1) dan etana (C2). Dengan teknologi tekanan tinggi, gas tersebut dapat dimanfaatkan sebagai alternatif energi yang lebih mandiri.

Namun, rencana implementasi CNG masih dalam tahap pembahasan dan kajian mendalam. Pemerintah menargetkan kebijakan yang diambil benar-benar matang sebelum diterapkan.

"Kami tidak ingin tergesa-gesa. Semua masih dalam pembahasan untuk memastikan ini menjadi solusi terbaik bagi kemandirian energi nasional," jelasnya.

Pemerintah berharap upaya diversifikasi energi ini dapat mengurangi ketergantungan impor LPG sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia ke depan.*

(d/dh)

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Green SM Buka Suara Terkait Insiden Taksi dalam Kecelakaan Kereta Bekasi Timur
Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, KAI Pastikan Korban Tertangani dan Buka Posko Informasi
Kemendikti Wacanakan Hapus Prodi Tak Relevan: Lulusan Keguruan Tinggi, Tapi Serapan Kerja Rendah
BBM Tak Berdampak ke UMKM, Tapi Harga Plastik Jadi Tekanan Baru
Prabowo dan Tantangan Ketahanan Energi: Dari LPG Impor ke Teknologi Alternatif
Komisi II DPR Ungkap 90 Persen Daerah Masih Bergantung pada APBN, Kemandirian Fiskal Disorot
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru