BREAKING NEWS
Sabtu, 02 Mei 2026

Hashim Djojohadikusumo Sebut Pupuk Indonesia Mampu Jaga Pasokan di Tengah Gejolak Geopolitik Global

Adam - Sabtu, 02 Mei 2026 14:03 WIB
Hashim Djojohadikusumo Sebut Pupuk Indonesia Mampu Jaga Pasokan di Tengah Gejolak Geopolitik Global
Seorang petugas mengoperasikan forklift menata karung-karung pupuk di gudang PT Pusri. (Foto : Humas PT Pusri)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim, Hashim Djojohadikusumo, menyebut PT Pupuk Indonesia (Persero) mampu menjaga stabilitas pasokan pupuk di tengah gejolak geopolitik global yang berdampak pada rantai pasok dunia.

Ia menegaskan, saat banyak negara mengalami gangguan distribusi, Indonesia justru berada dalam kondisi relatif aman berkat kesiapan dan pengelolaan industri pupuk nasional.

"Di saat banyak negara menghadapi gangguan pasokan, Indonesia justru berada dalam posisi relatif aman," kata Hashim dalam keterangan tertulis, Sabtu (2/5/2026).

Baca Juga:

Hashim juga menyebut sejumlah negara mulai melirik Indonesia sebagai pemasok pupuk, khususnya jenis urea. Bahkan, beberapa negara tetangga telah mengajukan permintaan impor dalam jumlah besar.

"Kita beruntung karena kerja keras dan persiapan dari jajaran Pupuk Indonesia. Banyak negara tetangga kita yang meminta," ujarnya.

Menurut Hashim, Australia disebut berencana mengimpor 250 ribu ton urea dari Indonesia. Sementara India membutuhkan hingga 500 ribu ton, disusul beberapa negara lain yang turut menyampaikan permintaan serupa.

"Ini menunjukkan bahwa Indonesia dalam hal urea kita cukup beruntung," tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menegaskan peran Indonesia sebagai stabilisator pasokan pupuk di kawasan tidak terlepas dari dukungan kebijakan pemerintah.

Ia menyebut pupuk merupakan critical agro-input yang sangat menentukan produktivitas sektor pertanian.

"Tanpa pupuk, tentu kita tidak bisa berbicara produktivitas pertanian," kata Rahmad.

Ia menjelaskan, pemerintah telah memperkuat tata kelola pupuk melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 6 Tahun 2025 yang kemudian diperbarui menjadi Perpres Nomor 113 Tahun 2025, termasuk penjaminan ketersediaan dan keterjangkauan pupuk bagi petani.

Rahmad menegaskan bahwa ketahanan pangan sangat bergantung pada dua hal utama, yakni ketersediaan dan distribusi pupuk yang tepat sasaran.

"Berbicara mengenai ketersediaan, ini tidak hanya memastikan pabrik bisa beroperasi, tetapi juga memastikan pupuk sampai ke petani sesuai prinsip 7 tepat," ujarnya.*

(an/dh)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prabowo Subianto Teken Perpres Ojol, Ini Respons GoTo dan Grab
Prabowo Umumkan Potongan Aplikator Ojol Turun Jadi 8 Persen, Tegaskan Perlindungan bagi Pengemudi Online
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.238 per Dolar AS, Tekanan Pasar Global Masih Tinggi
Isu Kelangkaan Dibantah, Wamenperin Sebut Stok Plastik Nasional Masih Sangat Aman
Bobby Nasution Teken MoU Pengendalian Inflasi Sumut, Perkuat Sinergi Jaga Harga Pangan
Mentan Ungkap 4 Negara Berebut Pupuk RI, India Ajukan 500 Ribu Ton
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru