BREAKING NEWS
Rabu, 30 September 2026

BI Ungkap Rupiah Sebenarnya Kuat Tapi Tertahan Faktor Global dan Musiman, Ini Penjelasannya ke Prabowo

Adelia Syafitri - Selasa, 05 Mei 2026 22:06 WIB
BI Ungkap Rupiah Sebenarnya Kuat Tapi Tertahan Faktor Global dan Musiman, Ini Penjelasannya ke Prabowo
Karyawan memperlihatkan uang rupiah dan dolas AS di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Foto: Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan bahwa nilai tukar rupiah saat ini berada dalam kondisi undervalued atau lebih lemah dibandingkan nilai fundamental ekonomi Indonesia yang sebenarnya.

Hal tersebut disampaikan Perry usai rapat bersama Presiden Prabowo Subianto dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).

Perry menegaskan, secara fundamental ekonomi Indonesia berada dalam kondisi kuat. Pertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 5,11 persen, inflasi rendah, kredit perbankan tumbuh positif, serta cadangan devisa yang dinilai masih solid.

Baca Juga:

"Nilai tukar sekarang itu undervalued. Ke depan kita yakini akan stabil dan menguat. Fundamental kita kuat," ujar Perry.

Meski demikian, Perry menjelaskan ada sejumlah faktor yang menekan rupiah hingga melemah di pasar. Faktor tersebut terbagi menjadi dua, yakni faktor global dan faktor musiman.

Dari sisi global, tekanan berasal dari penguatan dolar Amerika Serikat, tingginya harga minyak dunia, kenaikan yield US Treasury, serta kebijakan suku bunga tinggi bank sentral AS yang memicu aliran modal keluar dari negara berkembang, termasuk Indonesia.

"Terjadi pelarian modal dari emerging market termasuk Indonesia," katanya.

Sementara dari sisi musiman, Perry menyebut periode April hingga Juni memang selalu menjadi masa meningkatnya permintaan dolar di dalam negeri. Hal ini dipicu oleh kebutuhan pembayaran dividen, kewajiban utang luar negeri, hingga kebutuhan valuta asing untuk ibadah haji.

"Nah memang secara musiman April, Mei, Juni ini permintaan dolar meningkat," jelasnya.

Meski demikian, Perry memastikan bahwa kondisi ini bersifat sementara. BI meyakini rupiah akan kembali stabil dan berpotensi menguat seiring kuatnya fundamental ekonomi nasional.

"Tapi rupiah ini undervalued dan ke depan akan stabil dan cenderung menguat," tegasnya.*

(d/dh)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Gubernur BI Paparkan 7 Strategi Penguatan Rupiah ke Prabowo, Ini Daftar Langkahnya
Rupiah Terseret Tekanan Global, Purbaya Tetap Tenang: Perbaikannya Tidak Rumit
Rupiah Melemah ke Rp17.424 per Dolar AS di Tengah Memanasnya Konflik Timur Tengah
Rupiah Tembus Rp17.405 per Dolar AS, BI Ungkap Tekanan Global dan Siapkan Intervensi
Rupiah Kembali Loyo Hari Ini, Dolar AS Sentuh Level Rp17.400
Rupiah Melemah ke Rp17.394 per Dolar AS, Sentimen Global dan Kontraksi Manufaktur Jadi Pemicu Utama
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru