BREAKING NEWS
Minggu, 31 Mei 2026

Rupiah Naik 36 Poin ke Rp17.387 per Dolar AS, Dipicu Optimisme Pasar Global dan Ekonomi RI

Adelia Syafitri - Rabu, 06 Mei 2026 16:03 WIB
Rupiah Naik 36 Poin ke Rp17.387 per Dolar AS, Dipicu Optimisme Pasar Global dan Ekonomi RI
Ilustrasi -- Pegawai menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Bank Syariah Indonesia, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (21/1/2026).(Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak A)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada akhir perdagangan Rabu (6/5/2026). Rupiah tercatat naik 36 poin atau sekitar 0,21 persen ke level Rp17.387 per dolar AS.

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menyebut penguatan rupiah dipengaruhi oleh sentimen global, terutama respons pasar terhadap pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait peluang tercapainya kesepakatan damai dengan Iran.

Menurutnya, pernyataan tersebut memberi harapan meredanya ketegangan geopolitik, meski belum ada respons resmi dari pihak Iran.

Baca Juga:

"Pasar merespons positif potensi kesepakatan damai, meski detailnya belum jelas," ujar Ibrahim dalam risetnya.

Trump sebelumnya menyatakan akan menghentikan sementara operasi pengawalan kapal di Selat Hormuz, seiring kemajuan menuju kesepakatan komprehensif dengan Iran. Meski demikian, blokade terhadap pelabuhan Iran disebut tetap berjalan.

Dari sisi domestik, sentimen positif juga datang dari pemerintah. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa perekonomian Indonesia menunjukkan percepatan pertumbuhan pada kuartal I 2026.

Pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,61 persen dinilai menjadi sinyal perbaikan kinerja ekonomi nasional. Pemerintah pun berkomitmen menjaga momentum tersebut melalui kebijakan lanjutan dan penguatan koordinasi dengan Bank Indonesia.

Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan paket stimulus tambahan guna mendorong aktivitas ekonomi dan menjaga kepercayaan pasar.

Meski demikian, sejumlah pelaku pasar masih mencermati berbagai indikator ekonomi, termasuk Indeks Keyakinan Konsumen yang mengalami penurunan pada Maret 2026.

Ke depan, Ibrahim memprediksi pergerakan rupiah masih akan fluktuatif dan berpotensi melemah dalam kisaran Rp17.380 hingga Rp17.420 per dolar AS.*

(oz/dh)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.377 per Dolar AS, Mata Uang Asia Kompak Menguat
Kurangi Ketergantungan Dolar AS, Bank Indonesia Dorong Pasar Yuan–Rupiah Tumbuh
BI Ungkap Rupiah Sebenarnya Kuat Tapi Tertahan Faktor Global dan Musiman, Ini Penjelasannya ke Prabowo
Gubernur BI Paparkan 7 Strategi Penguatan Rupiah ke Prabowo, Ini Daftar Langkahnya
Rupiah Terseret Tekanan Global, Purbaya Tetap Tenang: Perbaikannya Tidak Rumit
Kemenkeu Copot 2 Pejabat Terkait Restitusi Pajak, Pengganti Dilantik Besok
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru