SALAM Desak PLN Sumut Copot Kepala ULP Sibuhuan, Soroti Dugaan Pembiaran Wifi Ilegal di Padang Lawas
MEDAN Solidaritas Aksi Lintas Mahasiswa (SALAM) kembali menggelar aksi unjuk rasa lanjutan di Kantor PT PLN (Persero) Unit Induk Distrib
PERISTIWA
JAKARTA - Harga batu bara dunia mengalami penurunan pada akhir pekan seiring melemahnya harga minyak mentah global dan meredanya ketegangan di pasar energi internasional yang sebelumnya sempat memanas.
Harga batu bara global kembali berada di bawah tekanan pada penutupan perdagangan akhir pekan setelah sebelumnya sempat menguat terbatas akibat gejolak geopolitik internasional.
Berdasarkan data perdagangan Refinitiv, harga batu bara tercatat turun 0,55 persen menjadi US$134,45 per ton pada Jumat (8/5/2026). Pelemahan ini melanjutkan tren koreksi sejak awal pekan, meski sempat terjadi kenaikan tipis pada perdagangan sehari sebelumnya.Baca Juga:
Pelaku pasar menilai penurunan harga minyak mentah global menjadi faktor utama yang menekan pergerakan batu bara. Dalam beberapa hari terakhir, harga minyak dunia terpantau melemah cukup signifikan dibanding awal pekan saat ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih tinggi.
Harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) kini berada di level US$95,52 per barel, sementara Brent turun ke US$101,29 per barel. Padahal sebelumnya, Brent sempat menyentuh level di atas US$114 per barel dan WTI berada di kisaran US$106 per barel.
Kondisi tersebut membuat pasar energi global mulai bergerak lebih stabil. Selama ini, batu bara dan minyak memiliki keterkaitan dalam mekanisme perdagangan energi dunia, di mana kenaikan harga minyak kerap mendorong permintaan batu bara sebagai alternatif energi, dan sebaliknya.
Selain faktor minyak, perhatian pasar juga tertuju pada perkembangan pasokan dan permintaan di negara konsumen utama seperti India dan China.
Di India, Coal India Ltd mencatat produksi batu bara pada April 2026 turun 9,7 persen menjadi 56,1 juta ton dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini memicu kekhawatiran di tengah lonjakan kebutuhan listrik akibat gelombang panas ekstrem.
Sementara itu, China juga melaporkan penurunan impor batu bara sebesar 14 persen secara tahunan menjadi 33,1 juta metrik ton pada April 2026. Meski demikian, aktivitas perdagangan domestik mulai stabil setelah libur Hari Buruh, meski permintaan belum sepenuhnya pulih.
Pengamat energi menilai pasar batu bara global saat ini masih dalam fase penyesuaian setelah sebelumnya terdorong oleh faktor geopolitik dan kekhawatiran pasokan energi dunia. Ke depan, harga diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif mengikuti dinamika ekonomi global dan kebutuhan energi negara industri utama.*
(dh)
MEDAN Solidaritas Aksi Lintas Mahasiswa (SALAM) kembali menggelar aksi unjuk rasa lanjutan di Kantor PT PLN (Persero) Unit Induk Distrib
PERISTIWA
JAKARTA Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menegaskan komitmen Indonesia dalam mendorong transisi energi dan aksi iklim saat menjadi pembi
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB, Abdullah atau Gus Abduh, menyatakan dukungannya terhadap wacana pembentukan regulasi yang
NASIONAL
JAKARTA Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin memerintahkan evaluasi menyeluruh terhadap aspek kesehatan dalam pelaksanaan Lat
PEMERINTAHAN
JAKARTA Pemerintah membuka peluang bagi lebih banyak tenaga ahli untuk terlibat dalam pengembangan mobil dan motor nasional. Langkah ini
NASIONAL
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah akan mengambil langkah tegas terhadap pemerintah daerah maupun kemen
EKONOMI
BANDAR LAMPUNG Penganugerahan gelar adat Baginda Pemuka Bangsa kepada Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Kedatun Keagungan Lampung
NASIONAL
MEDAN Kebakaran yang melanda pabrik sepatu dan sandal karet PT Yumeida di Jalan Perintis, Desa Purwodadi, Kecamatan Sunggal, Kabupaten D
PERISTIWA
BANDAR LAMPUNG Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi) menerima gelar adat Baginda Pemuka Bangsa dari masyarakat adat Lampung Pepadun saat
POLITIK
BANDUNG Kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap perempuan berinisial YTR (29) di Bandung, Jawa Barat, menyeret nama Taufik Hidayat ya
HUKUM DAN KRIMINAL