Ibrahim memperkirakan tekanan terhadap rupiah masih berpotensi berlanjut jika ekspektasi penurunan suku bunga The Federal Reserve semakin menurun.
Ia juga menyoroti faktor geopolitik, termasuk ketegangan di kawasan Selat Hormuz yang mendorong kenaikan harga minyak global.
Kondisi tersebut dinilai dapat menambah tekanan terhadap defisit transaksi berjalan dan stabilitas nilai tukar.
Meski demikian, ia menilai fundamental ekonomi Indonesia masih relatif terjaga, terutama karena dominasi kepemilikan obligasi negara oleh investor domestik yang dapat menahan arus keluar modal asing secara besar-besaran.*