BREAKING NEWS
Kamis, 02 Juli 2026

Prabowo: Situasi Geopolitik Dunia Penuh Ketidakpastian

Johan - Senin, 18 Mei 2026 11:07 WIB
Prabowo: Situasi Geopolitik Dunia Penuh Ketidakpastian
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri prosesi penyerahan alat utama sistem persenjataan (alutsista) kepada Panglima TNI di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin, 18 Mei 2026. (foto: Setpres/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa penguatan pertahanan menjadi syarat utama dalam menjaga stabilitas dan kedaulatan negara di tengah situasi geopolitik global yang dinilai semakin tidak menentu.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri prosesi penyerahan alat utama sistem persenjataan (alutsista) kepada Panglima TNI di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin, 18 Mei 2026.

"Dalam waktu yang akan datang kita akan terus bangun kekuatan kita. Kita akan amankan wilayah udara, laut, dan daratan kita," kata Prabowo dalam sambutannya.

Baca Juga:

Ia menekankan bahwa kondisi dunia saat ini penuh ketidakpastian, sehingga pertahanan menjadi instrumen utama untuk menjamin stabilitas nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara berdaulat.

"Situasi geopolitik penuh dengan ketidakpastian, dan kita tahu bahwa pertahanan syarat utama untuk stabilitas, jaminan bahwa kita bisa berdaulat," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah menyerahkan sejumlah alutsista strategis kepada TNI, yang terdiri dari enam unit pesawat tempur Dassault Rafale, satu unit Airbus A400M Atlas MRTT, empat unit Dassault Falcon 8X, serta sistem radar GCI GM403.

Selain itu, turut disertakan sistem persenjataan modern seperti Missile Meteor dan Smart Weapon Hammer.

Prabowo menyebut penambahan alutsista tersebut sebagai salah satu tonggak penguatan kekuatan pertahanan nasional, khususnya matra udara.

"Kita menerima enam pesawat tempur Rafale, pesawat angkut Falcon, pesawat angkut VIP, dan A400. Ada radar juga," kata dia.

Ia menegaskan bahwa Indonesia tidak memiliki kepentingan selain menjaga wilayahnya sendiri, sehingga penguatan militer bersifat defensif sebagai deterrent atau penangkal.

"Kita harus terus tingkatkan kekuatan pertahanan kita sebagai deterrent. Kita tidak punya kepentingan selain untuk menjaga wilayah kita sendiri," ujarnya.

Prabowo juga menegaskan komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan kekuatan pertahanan nasional ke depan, terutama dalam menjaga wilayah udara, laut, dan daratan Indonesia.

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Modernisasi Pertahanan Dipercepat, Prabowo Serahkan Alutsista Baru Rafale hingga Rudal Meteor ke TNI
IHSG Dibuka Melemah 3,71 Persen ke Level 6.474 pada Awal Perdagangan
Rupiah “Babak Belur” di Awal Perdagangan Hari Ini, Melemah ke Rp17.657 per Dolar AS
Harga Emas Antam Turun ke Rp2,76 Juta per Gram, Ini Penyebabnya
Ramai Dipertanyakan, Wali Kota Medan Akhirnya Ungkap Alasan ke Luar Negeri
Anies Kritik Program MBG Prabowo, Sebut Pemerintah Harus Percaya pada Rakyat
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru