BREAKING NEWS
Senin, 18 Mei 2026

Rupiah Melemah dan IHSG Anjlok, Menkeu Purbaya: Hanya Sementara

Nurul - Senin, 18 Mei 2026 11:43 WIB
Rupiah Melemah dan IHSG Anjlok, Menkeu Purbaya: Hanya Sementara
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (foto: Dok. Kemenkeu/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan nilai tukar rupiah dan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin pagi, 18 Mei 2026, hanya bersifat sementara.

Pemerintah, kata dia, tetap optimistis terhadap fundamental ekonomi nasional di tengah gejolak pasar keuangan.

Pernyataan itu disampaikan Purbaya usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam agenda penyerahan alat utama sistem persenjataan (alutsista) di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Baca Juga:

"Enggak apa-apa, nanti kita perbaiki. Sekarang pondasi ekonominya bagus, itu masalah sentimen jangka pendek," kata Purbaya kepada wartawan, Senin.

Pada perdagangan pagi, rupiah sempat melemah hingga menyentuh level Rp17.600 per dolar Amerika Serikat.

Sementara IHSG dibuka turun ke kisaran level 6.400, menjadikannya salah satu koreksi terdalam di kawasan Asia.

Menurut Purbaya, tekanan di pasar lebih dipicu sentimen jangka pendek ketimbang persoalan fundamental ekonomi domestik.

Pemerintah, kata dia, saat ini fokus menjaga pertumbuhan ekonomi agar tetap stabil di tengah ketidakpastian global.

Ia juga mengungkapkan pemerintah akan mulai masuk lebih agresif ke pasar obligasi guna menjaga stabilitas dan meredam tekanan di pasar keuangan.

"Nanti kita juga akan masuk ke bond market mulai hari ini. Mulai hari ini kita akan masuk lebih signifikan lagi sehingga pasar obligasi terkendali," ujarnya.

Langkah itu dinilai penting untuk menjaga kepercayaan investor, terutama investor asing, agar tidak melepas kepemilikan surat utang pemerintah di tengah volatilitas pasar.

Purbaya menepis kekhawatiran bahwa kondisi saat ini menyerupai krisis ekonomi 1997-1998.

Menurut dia, kondisi ekonomi nasional saat ini masih berada dalam jalur pertumbuhan dan belum menunjukkan tanda-tanda resesi.

"Sekarang kita belum resesi, ekonomi masih tumbuh kencang jadi masih ada ruang untuk memperbaiki semua," kata dia.

Ia bahkan mengimbau pelaku pasar agar tidak panik menghadapi koreksi IHSG. Menurutnya, pasar berpotensi pulih dalam waktu dekat.

"Kalau saya lihat teknikalnya sehari dua hari sudah balik. Jadi jangan lupa beli saham," ujar Purbaya sambil tersenyum.

Pemerintah juga disebut tengah menyiapkan langkah tambahan untuk menjaga stabilitas rupiah yang akan diumumkan dalam waktu dekat.*


(bi/ad)

Editor
: Johan
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Wali Kota Medan Rico Waas Pastikan Perjalanan Berobat ke Luar Negeri Tak Gunakan APBD
Prabowo: Situasi Geopolitik Dunia Penuh Ketidakpastian
Sumut Gelar Halal Fest, Anggaran Rp 500 Juta Dialokasikan dari APBD
Modernisasi Pertahanan Dipercepat, Prabowo Serahkan Alutsista Baru Rafale hingga Rudal Meteor ke TNI
IHSG Dibuka Melemah 3,71 Persen ke Level 6.474 pada Awal Perdagangan
Rupiah “Babak Belur” di Awal Perdagangan Hari Ini, Melemah ke Rp17.657 per Dolar AS
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru