Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Dari sisi eksternal, pasar masih dibayangi ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta kekhawatiran gangguan pasokan energi akibat isu penutupan Selat Hormuz yang mendorong harga minyak mentah.
Sementara itu, sejumlah kebijakan pemerintah juga disebut turut menekan sentimen investor karena dinilai berpotensi memengaruhi iklim
investasi dalam jangka pendek, meski diarahkan untuk memperkuat pendapatan negara dan menjaga defisit anggaran.
Faktor lain yang turut membebani pasar adalah rebalancing indeks FTSE dan MSCI, yang masih berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap pergerakan IHSG.
Di sisi sektoral, saham perbankan diperkirakan masih berada di bawah tekanan setelah pernyataan Fitch Ratings yang menyoroti keterkaitan peringkat bank Himbara dengan sovereign rating Indonesia di level BBB/Negatif.
Baca Juga:
S&P Global Ratings juga menilai kebijakan pengendalian ekspor komoditas berpotensi menekan kinerja ekspor dan neraca pembayaran.
Dengan kombinasi sentimen global dan domestik tersebut, pasar diperkirakan masih bergerak hati-hati dan cenderung volatil dalam beberapa sesi perdagangan ke depan.*
(bi/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.