9 WNI Diduga Disiksa Tentara Israel, DPR Minta RI Tempuh Jalur ICC
JAKARTA Anggota Komisi I DPR RI, Syamsu Rizal, mendesak pemerintah Indonesia membawa kasus dugaan penyiksaan terhadap sembilan warga neg
INTERNASIONAL
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat pada perdagangan akhir pekan, Jumat (22/5/2026). IHSG naik 67,104 poin atau 1,10 persen ke level 6.162 setelah sempat bergerak volatil sepanjang sesi perdagangan.
Berdasarkan data RTI, IHSG dibuka di level 6.065 dan sempat menyentuh level terendah 5.966. Sementara posisi tertinggi perdagangan berada di angka 6.171.
Total volume perdagangan saham tercatat mencapai 40,268 miliar lembar dengan nilai transaksi sebesar Rp21,556 triliun. Frekuensi perdagangan mencapai 1.970.653 kali transaksi.Baca Juga:
Pada perdagangan hari ini, sebanyak 449 saham tercatat menguat, 251 saham melemah, dan 118 saham lainnya stagnan. Adapun kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp10,658 triliun.
Analis pasar modal sekaligus pendiri Republik Investor, Hendra Wardana, mengatakan pergerakan IHSG masih dipengaruhi kombinasi sentimen domestik dan global. Menurutnya, pasar bergerak cukup fluktuatif di tengah tekanan eksternal yang masih tinggi.
"Untuk perdagangan hari ini, IHSG masih berpotensi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan volatil," ujar Hendra dikutip dari Antara, Jumat (22/5/2026).
Ia menjelaskan sentimen pasar masih dipengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah, arus dana asing, perkembangan geopolitik Amerika Serikat dan Iran, hingga respons pasar terhadap kebijakan ekonomi domestik.
Meski demikian, Hendra melihat peluang technical rebound mulai terbuka setelah IHSG mengalami koreksi cukup dalam dalam beberapa hari terakhir. Aksi bargain hunting pada saham-saham kapitalisasi besar atau big caps disebut menjadi salah satu pendorong penguatan indeks hari ini.
"Peluang technical rebound jangka pendek mulai terbuka terutama apabila muncul bargain hunting pada saham-saham big caps yang sudah mengalami oversold," jelasnya.
Selain itu, pelaku pasar juga mencermati perkembangan harga minyak dunia dan arah imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat yang dinilai masih menjadi indikator penting bagi aliran modal asing ke pasar negara berkembang.
Secara teknikal, Hendra menilai IHSG masih berada dalam tren bearish kuat dan belum menunjukkan sinyal pembalikan arah yang benar-benar solid. Area 6.000 disebut menjadi support psikologis penting bagi pergerakan indeks.
"Jika level tersebut ditembus, maka IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area 5.880 hingga 5.900 sebagai support berikutnya," tutup Hendra.*
JAKARTA Anggota Komisi I DPR RI, Syamsu Rizal, mendesak pemerintah Indonesia membawa kasus dugaan penyiksaan terhadap sembilan warga neg
INTERNASIONAL
JAKARTA Majelis Etik Ombudsman RI akan memeriksa Ketua Ombudsman RI nonaktif, Hery Susanto, terkait dugaan pelanggaran kode etik dan kod
NASIONAL
MEDAN Sidang kasus dugaan korupsi pengadaan smartboard di Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat kembali memanas. Mantan Kepala Dinas Pendid
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDA ACEH Jabatan Komandan Satuan Brigade Mobil (Dansatbrimob) Polda Aceh resmi diserahterimakan dari Kombes Pol Zuhdi Batubara kepada Ko
NASIONAL
JAKARTA Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak merobek penanda tenda jemaah haji di kawasan Arafah yang dipasang
NASIONAL
JAKARTA Organisasi masyarakat Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya membantah tudingan intimidasi terhadap Ilma Sani Fitriana, an
NASIONAL
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat pada perdagangan akhir pekan, Jumat (22/5/2026). IHSG naik 67,104 po
EKONOMI
JAKARTA Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Jumat (22/5/2026). Rupiah turu
EKONOMI
BANDUNG Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) mendorong penguatan kewenangan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) melalui revisi
NASIONAL
TANJUNGBALAI Pelaksana harian (Plh) Wali Kota Tanjungbalai, Fadly Abdina didampingi Sekretaris Daerah Nurmalini Marpaung bersama unsur For
EKONOMI