BREAKING NEWS
Jumat, 22 Mei 2026

IHSG Ditutup Menguat 1,10% ke 6.162, Saham Big Caps Jadi Penopang

Dharma - Jumat, 22 Mei 2026 16:56 WIB
IHSG Ditutup Menguat 1,10% ke 6.162, Saham Big Caps Jadi Penopang
IHSG berhasil ditutup menguat pada perdagangan akhir pekan, Jumat (22/5/2026). (Foto: Tangkapan Google / IDX: COMPOSITE)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat pada perdagangan akhir pekan, Jumat (22/5/2026). IHSG naik 67,104 poin atau 1,10 persen ke level 6.162 setelah sempat bergerak volatil sepanjang sesi perdagangan.

Berdasarkan data RTI, IHSG dibuka di level 6.065 dan sempat menyentuh level terendah 5.966. Sementara posisi tertinggi perdagangan berada di angka 6.171.

Total volume perdagangan saham tercatat mencapai 40,268 miliar lembar dengan nilai transaksi sebesar Rp21,556 triliun. Frekuensi perdagangan mencapai 1.970.653 kali transaksi.

Baca Juga:

Pada perdagangan hari ini, sebanyak 449 saham tercatat menguat, 251 saham melemah, dan 118 saham lainnya stagnan. Adapun kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp10,658 triliun.

Analis pasar modal sekaligus pendiri Republik Investor, Hendra Wardana, mengatakan pergerakan IHSG masih dipengaruhi kombinasi sentimen domestik dan global. Menurutnya, pasar bergerak cukup fluktuatif di tengah tekanan eksternal yang masih tinggi.

"Untuk perdagangan hari ini, IHSG masih berpotensi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan volatil," ujar Hendra dikutip dari Antara, Jumat (22/5/2026).

Ia menjelaskan sentimen pasar masih dipengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah, arus dana asing, perkembangan geopolitik Amerika Serikat dan Iran, hingga respons pasar terhadap kebijakan ekonomi domestik.

Meski demikian, Hendra melihat peluang technical rebound mulai terbuka setelah IHSG mengalami koreksi cukup dalam dalam beberapa hari terakhir. Aksi bargain hunting pada saham-saham kapitalisasi besar atau big caps disebut menjadi salah satu pendorong penguatan indeks hari ini.

"Peluang technical rebound jangka pendek mulai terbuka terutama apabila muncul bargain hunting pada saham-saham big caps yang sudah mengalami oversold," jelasnya.

Selain itu, pelaku pasar juga mencermati perkembangan harga minyak dunia dan arah imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat yang dinilai masih menjadi indikator penting bagi aliran modal asing ke pasar negara berkembang.

Secara teknikal, Hendra menilai IHSG masih berada dalam tren bearish kuat dan belum menunjukkan sinyal pembalikan arah yang benar-benar solid. Area 6.000 disebut menjadi support psikologis penting bagi pergerakan indeks.

"Jika level tersebut ditembus, maka IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area 5.880 hingga 5.900 sebagai support berikutnya," tutup Hendra.*

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Rupiah Tembus Rp17.717 per Dolar AS, Efek Suku Bunga The Fed Bertahan Tinggi
Bupati Simalungun Ajak Forkopimda Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas: Kunci Sukses Pembangunan Daerah
IHSG Nyaris Tembus 6.000, BBCA hingga TPIA Jadi “Biang Kerok”
Polda Aceh dan Ditjenpas Teken Kerja Sama Penguatan Keamanan Lapas, Ini Fokus Utamanya
Pasar Panik! IHSG Ditutup Merosot ke Level 6.094 Usai Sentimen Danantara
IHSG Rontok gegara Danantara, Airlangga Siap Buka-bukaan ke Investor
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru