Kirimkan Hak Jawab, Ini Penjelasan Kepala SPPG Medan Tembung 3
MEDAN Setelah delapan hari terakhir viral, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Medan Tembung 3, akhirnya mengirimkan Surat Hak Jawab
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat pada perdagangan akhir pekan, Jumat (22/5/2026). IHSG naik 67,104 poin atau 1,10 persen ke level 6.162 setelah sempat bergerak volatil sepanjang sesi perdagangan.
Berdasarkan data RTI, IHSG dibuka di level 6.065 dan sempat menyentuh level terendah 5.966. Sementara posisi tertinggi perdagangan berada di angka 6.171.
Total volume perdagangan saham tercatat mencapai 40,268 miliar lembar dengan nilai transaksi sebesar Rp21,556 triliun. Frekuensi perdagangan mencapai 1.970.653 kali transaksi.Baca Juga:
Pada perdagangan hari ini, sebanyak 449 saham tercatat menguat, 251 saham melemah, dan 118 saham lainnya stagnan. Adapun kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp10,658 triliun.
Analis pasar modal sekaligus pendiri Republik Investor, Hendra Wardana, mengatakan pergerakan IHSG masih dipengaruhi kombinasi sentimen domestik dan global. Menurutnya, pasar bergerak cukup fluktuatif di tengah tekanan eksternal yang masih tinggi.
"Untuk perdagangan hari ini, IHSG masih berpotensi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan volatil," ujar Hendra dikutip dari Antara, Jumat (22/5/2026).
Ia menjelaskan sentimen pasar masih dipengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah, arus dana asing, perkembangan geopolitik Amerika Serikat dan Iran, hingga respons pasar terhadap kebijakan ekonomi domestik.
Meski demikian, Hendra melihat peluang technical rebound mulai terbuka setelah IHSG mengalami koreksi cukup dalam dalam beberapa hari terakhir. Aksi bargain hunting pada saham-saham kapitalisasi besar atau big caps disebut menjadi salah satu pendorong penguatan indeks hari ini.
"Peluang technical rebound jangka pendek mulai terbuka terutama apabila muncul bargain hunting pada saham-saham big caps yang sudah mengalami oversold," jelasnya.
Selain itu, pelaku pasar juga mencermati perkembangan harga minyak dunia dan arah imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat yang dinilai masih menjadi indikator penting bagi aliran modal asing ke pasar negara berkembang.
Secara teknikal, Hendra menilai IHSG masih berada dalam tren bearish kuat dan belum menunjukkan sinyal pembalikan arah yang benar-benar solid. Area 6.000 disebut menjadi support psikologis penting bagi pergerakan indeks.
"Jika level tersebut ditembus, maka IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area 5.880 hingga 5.900 sebagai support berikutnya," tutup Hendra.*
(mt/dh)
MEDAN Setelah delapan hari terakhir viral, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Medan Tembung 3, akhirnya mengirimkan Surat Hak Jawab
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Tim PSSI dikabarkan tengah memproses naturalisasi Demiane Agustien, pemain muda yang saat ini terdaftar di Arsenal U21. Pemain
OLAHRAGA
JAKARTA Kredit Usaha Rakyat (KUR) BCA 2026 dapat menjadi salah satu pilihan pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMK
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah pejabat Badan Nasional Penanggulangan
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 14 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Badan Nasional Penanggu
HUKUM DAN KRIMINAL
BINJAI Aksi demonstrasi mahasiswa yang mengatasnamakan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Eksekutif Kota Binjai di Kantor Wa
PERISTIWA
JAKARTA Pemerintah berencana membagikan ponsel gratis yang dilengkapi rekening digital untuk menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap pejabat di lingkungan Badan Nasion
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Tamsil Linrung menerima audiensi Denny Indrayana, Refly Harun, dan sejumlah perwaki
POLITIK
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menggelar ekspose atau gelar perkara terkait operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan
HUKUM DAN KRIMINAL