BREAKING NEWS
Senin, 25 Mei 2026

Airlangga Ungkap Perubahan Besar Rupiah: Dulu Turun 40 Persen, Kini Hanya 5 Persen

Adelia Syafitri - Senin, 25 Mei 2026 13:20 WIB
Airlangga Ungkap Perubahan Besar Rupiah: Dulu Turun 40 Persen, Kini Hanya 5 Persen
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/11/2023). (Foto: ANTARA/Mentari Dwi Gayati)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Airlangga Hartarto membandingkan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam dua dekade terakhir. Ia menilai kondisi rupiah saat ini jauh lebih stabil dibandingkan periode sebelumnya, dengan tekanan pelemahan yang relatif lebih kecil.

Airlangga menjelaskan, pada periode 2004–2014, rupiah mengalami depresiasi hingga sekitar 40 persen. Kondisi tersebut terjadi di tengah tekanan inflasi tinggi yang sempat mencapai 17 persen pada 2005 akibat lonjakan harga minyak dunia hingga 140 dolar AS per barel.

"Saya hanya menyampaikan bahwa rupiah itu di tahun 2004–2014 terdepresiasinya 40% dalam 10 tahun," ujar Airlangga dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah (KNPED) 2026 di Jakarta, Senin (25/5/2026).

Baca Juga:

Ia menambahkan, pada periode berikutnya yakni 2014–2024, depresiasi rupiah tercatat lebih rendah di kisaran 30,6 persen, seiring inflasi yang juga menurun ke level sekitar 3 persen.

Sementara itu, pada kondisi terkini, inflasi Indonesia disebut masih terjaga di sekitar 2,4 persen dengan depresiasi rupiah hanya sekitar 5 persen sejak awal tahun.

"Jadi beda kualitas dalam dua dekade terakhir. Per hari ini inflasi kita 2,4% dan depresiasi rupiah sekitar 5%," katanya.

Menurut Airlangga, perbaikan indikator makro tersebut menunjukkan fundamental ekonomi Indonesia semakin kuat, termasuk sektor perbankan dan korporasi yang dinilai masih stabil di tengah tekanan global.

Sebagai informasi, nilai tukar rupiah pagi ini tercatat berada di kisaran Rp17.700 per dolar AS, dengan pergerakan yang masih dipengaruhi dinamika global.*

(d/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru