Evakuasi Dramatis Gua Terendam Banjir di Laos: 5 Orang Berhasil Diselamatkan, 2 Masih Hilang
LAOS Sebanyak lima pria berhasil dievakuasi dari dalam gua yang terendam banjir di Provinsi Xaisomboun, Laos, pada Sabtu, 30 Mei 2026. Pro
INTERNASIONAL
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terkoreksi pada periode perdagangan 25–29 Mei 2026.
Pelemahan indeks saham acuan di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu dipengaruhi kombinasi sentimen eksternal dan internal, termasuk aksi rebalancing indeks MSCI serta pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Mengacu data BEI, IHSG turun 0,56 persen menjadi 6.127,38 dari posisi pekan sebelumnya di 6.162,04.Baca Juga:
Meski demikian, kapitalisasi pasar justru meningkat 0,88 persen menjadi Rp 10.729 triliun dari Rp 10.635 triliun.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksono, mengatakan koreksi IHSG dipicu sejumlah faktor, di antaranya singkatnya hari perdagangan pada pekan tersebut, pelemahan rupiah, serta dampak rebalancing MSCI.
"Selain itu investor juga masih mencermati perkembangan negosiasi AS–Iran," kata Herditya.
Dari sisi aktivitas perdagangan, seluruh indikator utama justru mengalami penurunan.
Rata-rata frekuensi transaksi harian turun 10,87 persen menjadi 2,11 juta kali transaksi, sementara volume transaksi harian turun 15,60 persen menjadi 30,95 miliar saham.
Nilai transaksi harian juga terkoreksi 30,37 persen menjadi Rp 28,38 triliun.
Di sisi lain, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih sebesar Rp 12,34 triliun sepanjang sepekan.
Angka ini meningkat signifikan dibandingkan pekan sebelumnya yang hanya mencapai Rp 807,68 miliar.
Dari 11 sektor saham yang tercatat di BEI, mayoritas mengalami tekanan.
Sektor infrastruktur menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 3,87 persen, disusul sektor consumer nonsiklikal, kesehatan, dan industri.
Namun, beberapa sektor masih mencatat penguatan, di antaranya transportasi dan logistik yang naik 4,69 persen serta sektor bahan baku yang bertambah 0,79 persen.
Pelemahan IHSG pekan ini melanjutkan tren koreksi sebelumnya pada periode 18–22 Mei 2026, ketika indeks anjlok 8,35 persen.
Tekanan saat itu dipicu kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, Bank Indonesia, serta keluarnya sejumlah emiten dari konstituen indeks global seperti MSCI dan FTSE.
Analis memperkirakan tekanan terhadap IHSG masih berpotensi berlanjut dalam jangka pendek seiring masih tingginya arus keluar dana asing dan ketidakpastian sentimen global.*
(lp/ad)
LAOS Sebanyak lima pria berhasil dievakuasi dari dalam gua yang terendam banjir di Provinsi Xaisomboun, Laos, pada Sabtu, 30 Mei 2026. Pro
INTERNASIONAL
BANTEN Kawasan Monumen Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) di AlunAlun Kota Cilegon, Banten, dilakukan penataan ulang oleh Dinas Perumah
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi VI DPR, Herman Khaeron, menilai pemadaman listrik massal (blackout) yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera diseb
NASIONAL
SOLO Lagu berjudul My Little Bolu Ketan dengan potongan lirik Mas Bahlil Ganteng viral di berbagai platform media sosial. Tidak hanya di
NASIONAL
DELI SERDANG Dua tim peserta Piala AFF U19, yakni Indonesia dan Vietnam, menjalani sesi latihan di Stadion Madya Atletik Sumatera Utara,
OLAHRAGA
BINJAI Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kota Binjai dan Kabupaten Langkat memperingati Idul Adha 1447 Hijria
POLITIK
JAKARTA Ketua Majelis Etik Ombudsman Jimly Asshiddiqie mengungkapkan adanya perbedaan data terkait jumlah dugaan kasus korupsi yang menjer
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan menggerebek delapan gudang penampungan kendaraan bermotor di Kabupaten Deli Serdang, Sum
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mandiri kembali menjadi salah satu pilihan pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan mene
EKONOMI
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menunjuk Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono
NASIONAL