Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Kebijakan tersebut dinilai masih menjadi perhatian pelaku pasar karena berpotensi memengaruhi arus perdagangan global dalam beberapa tahun ke depan.
Data Ekonomi Indonesia Masih Positif
Di tengah tekanan eksternal, sejumlah indikator ekonomi domestik menunjukkan tren yang cukup positif. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan Indonesia pada Mei 2026 mencapai 3,08 persen.
Selain itu, Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia kembali masuk zona ekspansi dengan capaian 50,0 pada Mei 2026 setelah sebelumnya berada di level kontraksi 49,1 pada April.
Kinerja perdagangan luar negeri juga masih mencatatkan hasil positif. Surplus neraca perdagangan Indonesia secara kumulatif Januari-April 2026 mencapai USD 5,64 miliar dan memperpanjang tren surplus selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
Rupiah Berpotensi Kembali Melemah
Untuk perdagangan Rabu (3/6/2026), Ibrahim memperkirakan pergerakan rupiah masih akan dibayangi sentimen global sehingga berpotensi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah.
"Rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp17.840 hingga Rp17.900 per dolar AS pada perdagangan besok," pungkasnya.*
(mt/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.