BREAKING NEWS
Selasa, 02 Juni 2026

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.839 per Dolar AS, Sentimen AS-Iran dan Tarif Trump Jadi Pemicu

Dharma - Selasa, 02 Juni 2026 16:04 WIB
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.839 per Dolar AS, Sentimen AS-Iran dan Tarif Trump Jadi Pemicu
ilustrasi - Nilai tukar rupiah kembali ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (2/6/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Fathul Habib Sholeh)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Nilai tukar rupiah kembali ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (2/6/2026). Mata uang Garuda ditutup di level Rp17.839 per dolar AS atau turun 34 poin dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp17.805 per dolar AS.

Berdasarkan data perdagangan Bloomberg, pelemahan rupiah terjadi di tengah meningkatnya sentimen global yang dipengaruhi perkembangan geopolitik Timur Tengah serta kebijakan tarif perdagangan Amerika Serikat.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan rupiah sempat mengalami tekanan lebih dalam sebelum akhirnya ditutup melemah 34 poin pada akhir sesi perdagangan.

Baca Juga:

"Pada perdagangan sore ini mata uang rupiah ditutup melemah 34 poin. Sebelumnya sempat melemah hingga 85 poin sebelum berada di level Rp17.839 per dolar AS," ujar Ibrahim dalam analisis hariannya, Selasa (2/6/2026).

Selain Bloomberg, data Yahoo Finance mencatat rupiah berada di posisi Rp17.879 per dolar AS. Sementara kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di level Rp17.863 per dolar AS.

Sentimen Timur Tengah Tekan Pasar

Ibrahim menjelaskan pergerakan rupiah dipengaruhi pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait kelanjutan pembicaraan dengan Iran. Sebelumnya, muncul laporan bahwa Iran menghentikan sementara negosiasi tidak langsung dengan Washington.

Namun, Trump kemudian menyatakan bahwa proses diplomasi masih berlangsung dan optimistis kesepakatan terkait perpanjangan gencatan senjata serta pembukaan kembali Selat Hormuz dapat tercapai dalam waktu dekat.

Di sisi lain, Lebanon mengumumkan gencatan senjata parsial antara Hizbullah dan Israel yang dinilai menjadi langkah awal deeskalasi konflik kawasan.

Ketidakpastian geopolitik tersebut berdampak terhadap pasar energi global. Gangguan distribusi minyak dan gas dari kawasan Teluk turut mendorong kenaikan harga komoditas energi dunia.

Kebijakan Tarif AS Jadi Perhatian

Faktor lain yang memengaruhi pasar keuangan global adalah kebijakan terbaru Presiden Trump terkait tarif impor. Pemerintah AS melakukan penyesuaian tarif untuk sejumlah produk industri dan peralatan pertanian guna mendorong investasi sektor manufaktur domestik.

Kebijakan tersebut dinilai masih menjadi perhatian pelaku pasar karena berpotensi memengaruhi arus perdagangan global dalam beberapa tahun ke depan.

Data Ekonomi Indonesia Masih Positif

Di tengah tekanan eksternal, sejumlah indikator ekonomi domestik menunjukkan tren yang cukup positif. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan Indonesia pada Mei 2026 mencapai 3,08 persen.

Selain itu, Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia kembali masuk zona ekspansi dengan capaian 50,0 pada Mei 2026 setelah sebelumnya berada di level kontraksi 49,1 pada April.

Kinerja perdagangan luar negeri juga masih mencatatkan hasil positif. Surplus neraca perdagangan Indonesia secara kumulatif Januari-April 2026 mencapai USD 5,64 miliar dan memperpanjang tren surplus selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Rupiah Berpotensi Kembali Melemah

Untuk perdagangan Rabu (3/6/2026), Ibrahim memperkirakan pergerakan rupiah masih akan dibayangi sentimen global sehingga berpotensi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah.

"Rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp17.840 hingga Rp17.900 per dolar AS pada perdagangan besok," pungkasnya.*

(mt/dh)

Editor
: Johan
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Influencer Sebut Rupiah Melemah Untungkan RI, Ferry Latuhihin: Ini Belajarnya Gimana?
Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp17.882, Ini Penyebabnya
Rupiah Menguat ke Rp17.805 per Dolar AS, Efek Kebijakan DHE SDA Mulai Terlihat
Purbaya Yakin Tekanan Rupiah Mereda dalam 3 Bulan, Stabilitas Global Jadi Kunci
Rupiah Menguat di Awal Perdagangan, Tembus Rp17.827 per Dolar AS
Kemenpar Lihat Peluang di Balik Rupiah Melemah: Indonesia Makin Menarik bagi Turis Asing
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru