BREAKING NEWS
Sabtu, 06 Juni 2026

RI Tawarkan Rusia Kerja Sama Maritim, Logistik, hingga Teknologi Kereta di SPIEF 2026

Adelia Syafitri - Jumat, 05 Juni 2026 23:03 WIB
RI Tawarkan Rusia Kerja Sama Maritim, Logistik, hingga Teknologi Kereta di SPIEF 2026
Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan AHY saat berbicara dalam sesi EAEU-ASEAN pada rangkaian St. Petersburg International Economic Forum 2026 di St. Petersburg, Rusia, Kamis (4/6/2026). (Foto: Kemenko Infra)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Pemerintah Indonesia menawarkan peluang kerja sama yang lebih luas dengan Rusia di bidang maritim, pelabuhan, logistik, hingga perkeretaapian. Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas nasional serta meningkatkan efisiensi sistem logistik di Tanah Air.

Peluang tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam forum St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2026 di Rusia, Kamis (4/6/2026).

AHY menegaskan bahwa penguatan konektivitas menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, Indonesia sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau membutuhkan sistem transportasi yang terintegrasi dan efisien.

Baca Juga:

"Konektivitas adalah hal yang menyatukan Indonesia, memperluas peluang, dan memperkuat daya saing kita," ujar AHY, dikutip Jumat(5/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa pengembangan konektivitas tidak hanya berfokus pada mobilitas barang dan manusia, tetapi juga untuk membuka pusat pertumbuhan ekonomi baru dan mengurangi kesenjangan antarwilayah.

Pemerintah saat ini tengah memperkuat pelabuhan strategis, sistem logistik nasional, serta jaringan perkeretaapian di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

Dalam forum tersebut, Indonesia membuka peluang kerja sama dengan Rusia dalam bentuk manufaktur peralatan transportasi, transfer teknologi persinyalan, hingga pengembangan koridor logistik terintegrasi.

Selain itu, kerja sama juga mencakup digitalisasi layanan transportasi, peningkatan keselamatan, pengembangan sumber daya manusia, serta peningkatan efisiensi sektor logistik nasional.

AHY menilai Rusia memiliki pengalaman dan teknologi yang kuat di sektor transportasi dan infrastruktur, sehingga berpotensi menjadi mitra strategis Indonesia dalam pengembangan industri tersebut.

Di sektor maritim, Indonesia juga membuka peluang modernisasi pelabuhan, penguatan konektivitas antarpulau, serta pengembangan industri galangan kapal untuk memperkuat rantai pasok nasional.

"Konektivitas maritim sangat penting untuk menjaga kelancaran distribusi barang dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional," kata AHY.

Ia menambahkan bahwa Indonesia juga mendorong kerja sama rute pelayaran langsung untuk memperkuat hubungan ekonomi dengan Rusia dan kawasan Eurasia.

AHY menegaskan bahwa seluruh kerja sama yang dijajaki harus sejalan dengan agenda keberlanjutan, termasuk pengembangan transportasi rendah karbon dan efisiensi energi.

Menurutnya, tujuan utama kerja sama internasional adalah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk penciptaan lapangan kerja dan peningkatan daya saing ekonomi nasional.*

(d/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Presiden Rusia Sampaikan Salam Natal dan Tahun Baru 2026 kepada Prabowo
Prabowo Klaim Reformasi dan Antikorupsi Naikkan Produksi Beras & Jagung RI 50 Persen
Prabowo: Rusia Pegang Peran Kunci Redakan Konflik Iran-Israel
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Putin Satu Panggung di SPIEF 2025, Indonesia Jadi Sorotan Dunia
Prabowo Absen di KTT G7, Wakil Ketua MPR: Langkah Diplomatik yang Tepat
Putin Tawarkan Kerja Sama Nuklir Damai dan Investasi Energi ke Indonesia
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru