BREAKING NEWS
Kamis, 11 Juni 2026

Harga Pertamax Naik Tajam, Tito Karnavian Pantau Dampaknya terhadap Inflasi dan Ekonomi Daerah

Dharma - Kamis, 11 Juni 2026 09:34 WIB
Harga Pertamax Naik Tajam, Tito Karnavian Pantau Dampaknya terhadap Inflasi dan Ekonomi Daerah
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. (Foto: most1058fm)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyatakan pemerintah akan terus memantau dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green 95 terhadap tingkat inflasi nasional. Evaluasi tersebut akan dilakukan setelah Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data inflasi periode berikutnya pada Juli 2026.

Menurut Tito, perubahan harga BBM berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi di berbagai daerah. Namun hingga saat ini, pemerintah masih mencermati sejauh mana dampak kebijakan tersebut terhadap pergerakan harga barang dan jasa di masyarakat.

"Sekarang yang saya tahu inflasi berada di angka 3,08 persen. Nanti kita lihat bagaimana dampaknya, dan hasil pemantauan itu akan terlihat pada data yang diumumkan BPS bulan Juli," kata Tito Karnavian kepada wartawan di Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Baca Juga:

Kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green 95 mulai berlaku setelah PT Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi. Dalam kebijakan terbaru tersebut, harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Sementara Pertamax Green 95 meningkat dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Pertamina menjelaskan penyesuaian harga dilakukan sesuai mekanisme dan regulasi yang berlaku untuk produk BBM nonsubsidi. Kebijakan tersebut juga mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia serta biaya penyediaan energi.

Meski terjadi kenaikan pada sejumlah produk BBM nonsubsidi, beberapa jenis bahan bakar lainnya tidak mengalami perubahan harga. Pertamax Turbo tetap dijual Rp20.750 per liter, Dexlite Rp23.000 per liter, dan Pertamina Dex Rp24.800 per liter.

Sementara itu, harga BBM bersubsidi masih dipertahankan. Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter dan Biosolar subsidi sebesar Rp6.800 per liter.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan penyesuaian harga BBM nonsubsidi merupakan bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis, kualitas layanan, dan kepastian pasokan energi bagi masyarakat.

Sejumlah pihak menilai dampak kenaikan Pertamax terhadap inflasi nasional kemungkinan tidak terlalu besar karena mayoritas masyarakat masih menggunakan BBM bersubsidi. Namun pemerintah tetap melakukan pengawasan guna memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok dan menjaga daya beli masyarakat.

Pemerintah berharap tingkat inflasi tetap berada dalam rentang sasaran yang telah ditetapkan sehingga pertumbuhan ekonomi nasional dapat terus terjaga di tengah dinamika harga energi global.*

(in/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Harga Pertamax Naik Tajam, DPR Ingatkan Risiko Lonjakan Pengguna Pertalite dan Ancaman Gangguan Pasokan
Harga Pertamax Naik karena Keuangan Pertamina Menipis? Danantara Buka Suara
Kasus Pembelian Pertalite Pakai Jeriken, Dua Eks Pejabat Polrestabes Medan Bakal Dipanggil Bersaksi di Sidang
Pertamax Tembus Rp16.650 di Sumut, Pertamina Ungkap Alasan Kenaikan Harga
Pertamax Naik Rp3.000! Antrean Mengular di SPBU Medan, Stok BBM Sejumlah Titik Habis
Pemko Tanjungbalai Konsultasi ke BPS Sumut, Bahas Indeks Kemahalan Konstruksi dan DAU 2027
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru