Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
KUPANG – Warga Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengeluhkan lonjakan harga gas elpiji nonsubsidi ukuran 12 kilogram yang dalam beberapa bulan terakhir mengalami kenaikan signifikan.
Tingginya harga gas membuat sebagian masyarakat mulai beralih menggunakan minyak tanah sebagai bahan bakar alternatif.
Salah seorang warga Kecamatan Maulafa, Frans, mengaku saat ini harus membeli elpiji 12 kilogram dengan harga mencapai Rp455.000 per tabung.
Baca Juga:
Menurutnya, kenaikan tersebut terjadi sejak sekitar dua bulan terakhir.
"Harga elpiji sangat mahal. Naik sejak dua bulan terakhir ini," ujar Frans, Sabtu (13/6/2026).
Frans mengatakan, sebelum mengalami kenaikan, harga elpiji 12 kilogram yang biasa dibelinya masih berada di kisaran Rp255.000 per tabung.
Namun sejak April 2026, harga terus merangkak naik hingga hampir dua kali lipat.
Kondisi tersebut membuat banyak warga memilih beralih ke minyak tanah yang dianggap lebih terjangkau.
Namun tingginya permintaan menyebabkan minyak tanah kini mulai sulit diperoleh di sejumlah wilayah Kota Kupang.
"Minyak tanah juga antre. Kadang sampai tiga hari baru bisa dapat satu jeriken," katanya.
Frans berharap pemerintah dan pihak terkait dapat segera menstabilkan harga elpiji serta menambah pasokan minyak tanah agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Berdasarkan pantauan di sejumlah lokasi, harga elpiji 12 kilogram memang berbeda-beda.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.