Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Di kawasan Pasar Oebobo, harga berada di kisaran Rp385.000 per tabung. Sementara di Kelurahan Sikumana mencapai Rp430.000 per tabung.
Adapun harga tertinggi ditemukan di Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, yakni Rp455.000 per tabung.
Menanggapi kondisi tersebut, Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan elpiji di Kota Kupang dalam kondisi aman dan tersedia.
Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa kenaikan harga dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk biaya distribusi dan kondisi pasar global.
Menurutnya, seluruh kebutuhan elpiji untuk wilayah NTT masih dipasok dari Surabaya.
Jarak distribusi yang cukup jauh menyebabkan biaya pengiriman menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga jual di tingkat konsumen.
Selain itu, ketergantungan terhadap impor elpiji membuat harga juga dipengaruhi oleh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Kenaikan harga minyak dunia dan biaya operasional kapal pengangkut juga turut memberi tekanan terhadap biaya distribusi.
Sebagai langkah antisipasi, Pertamina telah mempercepat distribusi elpiji ke sejumlah wilayah di NTT, termasuk Kota Kupang.
Pada periode awal Juni 2026, Pertamina menjadwalkan pengiriman sebanyak 4.280 tabung Bright Gas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kupang dan sekitarnya.
Selain menambah pasokan, Pertamina juga berencana berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan agen resmi guna membahas pengaturan batas harga bawah dan harga atas elpiji nonsubsidi agar harga di lapangan lebih terkendali.
Pertamina mengimbau masyarakat membeli elpiji melalui agen resmi atau outlet resmi Pertamina untuk memperoleh harga yang lebih terjangkau dibandingkan membeli dari pengecer.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.