BREAKING NEWS
Senin, 22 Juni 2026

Indonesia Tembus 4 Besar Produsen Beras Dunia, Tertinggi di Asia Tenggara Versi FAO

Nurul - Sabtu, 20 Juni 2026 15:46 WIB
Indonesia Tembus 4 Besar Produsen Beras Dunia, Tertinggi di Asia Tenggara Versi FAO
Ilustrasi gudang stok beras pemerintah. (Foto: SinPo/Ashar)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Indonesia kembali mencatat capaian penting di sektor pangan dengan menempati posisi sebagai produsen beras terbesar di Asia Tenggara dan berada di peringkat keempat dunia berdasarkan data Organisasi Pangan Dunia (FAO) tahun 2025.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa Indonesia berada di bawah India, Tiongkok, dan Bangladesh dalam daftar produsen beras terbesar dunia.

"FAO kembali menempatkan Indonesia sebagai negara produsen beras tertinggi di Asia Tenggara dan keempat dunia setelah India, China, dan Bangladesh," ujarnya, Sabtu (20/6/2026).

Baca Juga:

Ia menambahkan, dari empat besar produsen global tersebut, Indonesia dan Tiongkok menjadi negara yang diproyeksikan masih mencatat pertumbuhan produksi positif.

Bahkan, Indonesia tercatat sebagai negara dengan kenaikan produksi beras tertinggi di antara produsen utama dunia pada periode 2025/2026 dibandingkan tahun sebelumnya, dengan tambahan lebih dari 4 juta ton.

Amran menyebut capaian tersebut turut berdampak pada penguatan stok beras nasional yang saat ini masih berada di atas 5 juta ton dan dikelola oleh Perum Bulog.

"Stok CBP kita sekitar 5,2 juta ton dan dalam kondisi aman," katanya.

Ia juga menegaskan pemerintah telah menghentikan impor beras konsumsi sejak 2025 karena pasokan dalam negeri dinilai mencukupi.

Sementara itu, FAO dalam laporan Food Outlook edisi Juni 2026 menyebut Indonesia memiliki tren positif dalam produksi, stok, serta stabilitas harga beras di tingkat petani.

Organisasi tersebut juga memproyeksikan stok beras Indonesia berpotensi meningkat hingga 7,5–7,8 juta ton dalam beberapa tahun mendatang, yang membuka peluang Indonesia menjadi eksportir beras.

Selain itu, inflasi beras di Indonesia dilaporkan tetap terkendali dalam dua tahun terakhir, dengan tren penurunan signifikan hingga berada di level 0,38 persen pada Mei 2026.*

(mt/dh)

Editor
: Johan
0 komentar
Tags
beritaTerkait
DPR Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Publik di Program Makan Bergizi Gratis
INALUM Dorong Kepedulian Lingkungan Lewat Kompetisi Jurnalistik IN-Journal 2026
MENULIS JEJAK UNTUK BUMI: DANAU TOBA DAN IKHTIAR MEMULIHKAN ALAM UNTUK GENERASI MASA DEPAN
Amelia Sajidah, Travel Creator Asal Surabaya yang Angkat Kekayaan Budaya Indonesia Timur
Cek Harga Pangan Hari Ini: Cabai Merah Turun, Cabai Rawit Justru Tembus Rp76 Ribu per Kg
Bukan Jepang atau Amerika, Indonesia Jadi Negara Paling Optimistis Hadapi Tahun 2026
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru