Wacana Dukungan Dua Periode Prabowo-Gibran Mengemuka, AHY Nilai Politik 2029 Masih Terlalu Dini
JAKARTA Pernyataan Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Bestari Barus, yang menyebut Presiden ke7 RI Joko Widodo meminta parta
POLITIK
JAKARTA – Harga sejumlah komoditas pangan nasional mengalami pergerakan bervariasi pada Senin (22/6/2026). Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia, beberapa bahan pokok tercatat mengalami kenaikan harga, termasuk cabai rawit merah dan minyak goreng kemasan.
Cabai rawit merah menjadi komoditas dengan harga tertinggi di kelompok cabai setelah naik 0,73 persen menjadi Rp76.300 per kilogram. Sementara cabai rawit hijau turut mengalami kenaikan 0,55 persen menjadi Rp54.950 per kilogram dan cabai merah keriting naik tipis 0,18 persen menjadi Rp55.500 per kilogram.
Di sisi lain, cabai merah besar justru mengalami penurunan sebesar 2,37 persen menjadi Rp57.700 per kilogram. Harga bawang merah juga turun 2,45 persen menjadi Rp53.650 per kilogram, sedangkan bawang putih naik 1,09 persen menjadi Rp43.100 per kilogram.Baca Juga:
Untuk komoditas beras, sebagian besar masih menunjukkan tren stabil. Beras kualitas bawah I bertahan di harga Rp14.650 per kilogram, sementara beras kualitas bawah II naik menjadi Rp14.600 per kilogram. Beras kualitas medium I tercatat naik menjadi Rp16.300 per kilogram dan medium II stabil di Rp16.100 per kilogram.
Sementara itu, beras kualitas super I masih bertahan di angka Rp17.550 per kilogram, sedangkan kualitas super II mengalami kenaikan tipis menjadi Rp17.100 per kilogram.
Pada kelompok protein hewani, daging ayam ras segar naik 0,13 persen menjadi Rp37.100 per kilogram. Daging sapi kualitas I meningkat menjadi Rp149.300 per kilogram dan kualitas II naik menjadi Rp140.500 per kilogram.
Harga gula pasir premium masih bertahan di level Rp20.300 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal tetap berada di angka Rp19.100 per kilogram.
Kenaikan juga terjadi pada minyak goreng kemasan. Minyak goreng kemasan bermerek I naik 0,21 persen menjadi Rp24.200 per liter, sementara minyak goreng kemasan bermerek II meningkat menjadi Rp23.350 per liter. Adapun minyak goreng curah masih stabil di harga Rp20.600 per liter.
Di tengah kenaikan sejumlah komoditas, harga telur ayam ras segar justru mengalami penurunan tipis sebesar 0,33 persen menjadi Rp29.950 per kilogram.
Pergerakan harga pangan ini menjadi perhatian masyarakat menjelang meningkatnya aktivitas konsumsi pada pertengahan tahun, terutama untuk komoditas cabai dan minyak goreng yang masih menjadi kebutuhan utama rumah tangga.*
(oz/dh)
JAKARTA Pernyataan Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Bestari Barus, yang menyebut Presiden ke7 RI Joko Widodo meminta parta
POLITIK
JAKARTA Polda Metro Jaya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghormati proses hukum yang tengah berjalan terhadap Roy Suryo dan T
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kuasa Hukum PT Putra Prima Mineral Mandiri (PT PMM), Poltak Silitonga SH MH, melontarkan kritik terhadap penanganan perkara eksp
NASIONAL
BATU BARA Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., secara resmi membuka Turnamen Sepak Bola Pemuda Sei Balai Cup II Tahu
OLAHRAGA
BATU BARA Anggota DPRD Kabupaten Batu Bara Daerah Pemilihan (Dapil) I melaksanakan kegiatan Reses Tahap II Tahun 2026 di Desa Sumber Mak
EKONOMI
LANGKAT Dugaan pemalsuan dokumen surat keterangan kelahiran mencuat di salah satu Puskesmas di Kabupaten Langkat. Kasus ini menjadi perh
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Gerakan Cinta Prabowo (GCP) menyerukan konsolidasi nasional relawan sebagai langkah memperkuat dukungan terhadap pemerintahan Pr
POLITIK
JAKARTA Roy Suryo sempat terlibat adu argumen dengan petugas kepolisian menjelang proses pelimpahan tahap II ke Kejaksaan Negeri Jakarta
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa tiba di Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan, Senin (22/6/2026), untuk men
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah kembali menguat pada perdagangan awal pekan, Senin (22/6/2026). Mata uang
EKONOMI