BREAKING NEWS
Jumat, 03 Juli 2026

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.850, Saham Big Caps Jadi Penopang Utama

Dharma - Jumat, 03 Juli 2026 09:27 WIB
IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.850, Saham Big Caps Jadi Penopang Utama
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Jumat, 3 Juli 2026, dengan bergerak di zona hijau.

Penguatan indeks didorong oleh kenaikan sejumlah saham berkapitalisasi besar atau big caps, termasuk saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA).


Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka naik 1,84 persen atau 105,60 poin ke level 5.850,16 hingga pukul 09.02 WIB.

Baca Juga:

Pada awal perdagangan, indeks bergerak di kisaran 5.805,92 hingga sempat menyentuh 5.852,30.

Pergerakan positif tersebut juga diikuti dominasi saham yang menguat.

Sebanyak 332 saham tercatat naik, 99 saham melemah, dan 191 saham bergerak stagnan.

Sementara itu, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia mencapai Rp10.252,05 triliun.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi motor penguatan indeks pada awal perdagangan.

Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) memimpin kenaikan dengan menguat 4,94 persen ke level Rp3.400 per saham.

Disusul saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang naik 3,08 persen menjadi Rp4.020, serta PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) yang menguat 3,05 persen ke posisi Rp186.000.

Sementara itu, saham PT Astra International Tbk. (ASII) naik 2,84 persen, PT Ekamas Mora Republik Tbk. (MORA) menguat 2,65 persen, dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) bertambah 2,59 persen.

Meski dibuka menguat, pergerakan IHSG sepanjang perdagangan diperkirakan masih dipengaruhi sentimen global, terutama perkembangan data ekonomi Amerika Serikat.

Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman, mengatakan penguatan indeks masih dibayangi aksi jual bersih (net sell) investor asing meski IHSG pada perdagangan sebelumnya ditutup naik 0,87 persen.

BNI Sekuritas mencatat saham yang paling banyak dilepas investor asing meliputi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI), PT Astra International Tbk. (ASII), PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS), serta PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA).

Secara teknikal, Fanny memperkirakan IHSG bergerak pada area support 5.650–5.700, sedangkan resistance berada di kisaran 5.800–5.900.

"IHSG berpotensi sideways di range 5.650–5.875," ujar Fanny dalam riset harian BNI Sekuritas, Jumat (3/7/2026).

Pelaku pasar diperkirakan masih akan mencermati perkembangan ekonomi global, termasuk data makroekonomi Amerika Serikat yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan pasar saham dalam beberapa hari ke depan.

Disclaimer: Informasi ini disajikan sebagai bahan pemberitaan dan bukan merupakan ajakan untuk membeli maupun menjual saham.

Seluruh keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.* (bi/ad)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 Hari Ini, Tembus Rp2,651 Juta per Gram!
Butuh Modal Usaha? KUR BNI 2026 Resmi Dibuka, Pinjam Rp50 Juta Cicilan Mulai Rp966 Ribu
IHSG Ditutup Menguat 0,87 Persen ke Level 5.744, Saham Perbankan Jadi Penopang
Pemerintah Targetkan 3,49 Juta Lapangan Kerja Baru pada 2027, Hilirisasi Jadi Motor Utama
Hari Bhayangkara ke-80, Polda Aceh Apresiasi Personel Berprestasi dan Perkuat Komitmen Pelayanan Publik
Hampir Dua Bulan Semen Langka dan Harga Menggila di Sumatera Utara, Ada Apa? Masyarakat Minta Pemerintah dan APH Bongkar Penyebabnya
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru