Pilot AS Diduga Ditembak KKB di Yahukimo, TNI Kerahkan Tiga Helikopter Evakuasi Jenazah
YAHUKIMO Komando Operasi (Koops) TNI Habema mengerahkan tiga helikopter untuk mengevakuasi jenazah pilot berkewarganegaraan Amerika Serika
PERISTIWA
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Jumat, 3 Juli 2026, dengan bergerak di zona hijau.
Penguatan indeks didorong oleh kenaikan sejumlah saham berkapitalisasi besar atau big caps, termasuk saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA).
Baca Juga:
Pada awal perdagangan, indeks bergerak di kisaran 5.805,92 hingga sempat menyentuh 5.852,30.
Pergerakan positif tersebut juga diikuti dominasi saham yang menguat.
Sebanyak 332 saham tercatat naik, 99 saham melemah, dan 191 saham bergerak stagnan.
Sementara itu, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia mencapai Rp10.252,05 triliun.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi motor penguatan indeks pada awal perdagangan.
Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) memimpin kenaikan dengan menguat 4,94 persen ke level Rp3.400 per saham.
Disusul saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang naik 3,08 persen menjadi Rp4.020, serta PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) yang menguat 3,05 persen ke posisi Rp186.000.
Sementara itu, saham PT Astra International Tbk. (ASII) naik 2,84 persen, PT Ekamas Mora Republik Tbk. (MORA) menguat 2,65 persen, dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) bertambah 2,59 persen.
Meski dibuka menguat, pergerakan IHSG sepanjang perdagangan diperkirakan masih dipengaruhi sentimen global, terutama perkembangan data ekonomi Amerika Serikat.
Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman, mengatakan penguatan indeks masih dibayangi aksi jual bersih (net sell) investor asing meski IHSG pada perdagangan sebelumnya ditutup naik 0,87 persen.
BNI Sekuritas mencatat saham yang paling banyak dilepas investor asing meliputi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI), PT Astra International Tbk. (ASII), PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS), serta PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA).
Secara teknikal, Fanny memperkirakan IHSG bergerak pada area support 5.650–5.700, sedangkan resistance berada di kisaran 5.800–5.900.
"IHSG berpotensi sideways di range 5.650–5.875," ujar Fanny dalam riset harian BNI Sekuritas, Jumat (3/7/2026).
Pelaku pasar diperkirakan masih akan mencermati perkembangan ekonomi global, termasuk data makroekonomi Amerika Serikat yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan pasar saham dalam beberapa hari ke depan.
Disclaimer: Informasi ini disajikan sebagai bahan pemberitaan dan bukan merupakan ajakan untuk membeli maupun menjual saham.
Seluruh keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.* (bi/ad)
YAHUKIMO Komando Operasi (Koops) TNI Habema mengerahkan tiga helikopter untuk mengevakuasi jenazah pilot berkewarganegaraan Amerika Serika
PERISTIWA
JAKARTA Markas Besar (Mabes) TNI memberikan tanggapan terkait penyidikan yang dilakukan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Militer (J
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar meng
PENDIDIKAN
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) akhirnya memberikan tanggapan terkait rekomendasi Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta yang menya
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi II DPR RI melanjutkan pembahasan Rancangan UndangUndang (RUU) Pemilu dengan fokus memperdalam Daftar Inventarisasi Masal
POLITIK
JAKARTA Harga sejumlah komoditas pangan di pasar tradisional kembali mengalami perubahan pada perdagangan Jumat, 3 Juli 2026. Penurunan
EKONOMI
MEDAN Hujan yang mengguyur Kota Medan tidak mengurangi semangat ribuan peserta dan masyarakat dalam menyaksikan Karnaval Nusantara Raker
PEMERINTAHAN
MEDAN Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) akan menyampaikan 10 rekomendasi strategis kepada Presiden Prabowo Subianto se
PEMERINTAHAN
MEDAN Forum Komunikasi Digital (Komdigi) APEKSI keXVIII resmi ditutup di Hotel Aryaduta Medan, Kamis, 2 Juli 2026. Penutupan dilakukan
PEMERINTAHAN
MEDAN Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), resmi menutup Rapat Kerja Na
PEMERINTAHAN