Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Pertama, Pemerintah Aceh meminta agar pembagian hasil migas atau split ditinjau kembali.
Saat ini, dalam PoD I, pemerintah memperoleh porsi sebesar 4 persen untuk gas dan 6 persen untuk minyak.
"Dirasionalkan dengan kepentingan nasional dan Aceh," kata Nurlis.
Kedua, Pemerintah Aceh mengusulkan agar pengolahan gas mentah dilakukan di darat (onshore) di kawasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun.
Menurut Pemerintah Aceh, kawasan tersebut telah memiliki infrastruktur eks PT Arun NGL dan masuk dalam Proyek Strategis Nasional sesuai RPJMN 2025–2029 serta mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo.
Ketiga, Gubernur Mualem meminta Presiden Prabowo mengarahkan Menteri ESDM untuk meninjau dan merevisi persetujuan PoD I Lapangan Tangkulo di Wilayah Kerja South Andaman.
Keempat, Pemerintah Aceh mengusulkan adanya alokasi khusus minyak dan gas bumi untuk Aceh sebagai daerah penghasil.
Nurlis menjelaskan kawasan Andaman memiliki enam blok migas utama, yakni Andaman I, Andaman II, Andaman III, Central Andaman, South Andaman, dan South West Andaman.
Lapangan Gas Tangkulo diperkirakan mampu memproduksi sekitar 300 MMSCFD (Million Standard Cubic Feet per Day) gas.
Dari jumlah tersebut, sekitar 160 MMSCFD telah memiliki komitmen penjualan melalui Gas Sale Agreement (GSA) kepada PLN.
Sisa produksi gas dinilai berpotensi menjadi bahan baku berbagai industri hilir yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh.
Selain gas, Lapangan South Andaman juga diperkirakan menghasilkan sekitar 7.500 barel kondensat per hari.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.