BREAKING NEWS
Senin, 24 Agustus 2026

Qodari Kaget RI Impor Batu Bara dari AS, Padahal Indonesia Eksportir Terbesar Dunia: Ini Celaka 19!

Adelia Syafitri - Rabu, 08 Juli 2026 17:01 WIB
Qodari Kaget RI Impor Batu Bara dari AS, Padahal Indonesia Eksportir Terbesar Dunia: Ini Celaka 19!
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), M. Qodari. (foto: Bakom RI/Yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), M. Qodari, mengaku terkejut setelah mengetahui adanya impor batu bara dari Amerika Serikat (AS).

Informasi tersebut, menurutnya, baru diketahui setelah membaca pemberitaan di surat kabar pada Rabu (8/7/2026).

Padahal, Indonesia selama ini dikenal sebagai eksportir batu bara terbesar di dunia dengan pangsa lebih dari 50 persen pasar global.

Baca Juga:

"Saya tadi mau ke sini baca koran, terkejut saya baca Indonesia impor batu bara dari Amerika Serikat," kata Qodari dalam Bisnis Indonesia Forum bertema Reindustrialisasi Indonesia di Jakarta, Rabu.

Meski demikian, Qodari mengaku belum memastikan kebenaran informasi tersebut. Namun, apabila benar terjadi, kondisi itu dinilainya cukup memprihatinkan.

"Nah ini kan celaka bukan 13 lagi ya, celaka 19. Indonesia jual ke Singapura, Singapura jual ke Amerika, Amerika jual ke Indonesia," ujarnya.

Qodari mengatakan Presiden Prabowo Subianto terus mendorong agar sumber daya alam Indonesia tidak hanya diekspor dalam bentuk bahan mentah, tetapi diolah di dalam negeri agar memiliki nilai tambah.

Menurutnya, strategi hilirisasi menjadi bagian penting untuk menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kemampuan industri nasional, serta memperkuat penguasaan teknologi.

"Jadi komitmen ini benar-benar bukan sekadar pidato tapi langkah nyata dari Bapak Presiden," kata Qodari.

Ia menambahkan, agenda reindustrialisasi menjadi salah satu strategi utama pemerintah dalam memperkuat struktur ekonomi nasional menuju visi Indonesia Emas.

Sementara itu, Indonesia Mining Association (IMA) menjelaskan bahwa batu bara yang diimpor dari Amerika Serikat bukan digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Komoditas yang diimpor merupakan batu bara metalurgi yang dibutuhkan industri baja.

Mengacu pada data Badan Administrasi Informasi Energi Amerika Serikat (EIA), ekspor batu bara AS ke Indonesia pada kuartal pertama 2026 meningkat 158,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga menjelaskan bahwa batu bara metalurgi digunakan untuk menghasilkan kokas sebagai sumber panas sekaligus material pereduksi dalam proses pengolahan bijih besi di tungku sembur.

Menurut IMA, meningkatnya kebutuhan batu bara metalurgi tidak terlepas dari berkembangnya program hilirisasi mineral, pembangunan smelter, serta meningkatnya kebutuhan baja nasional.

"Seiring berkembangnya program hilirisasi mineral, pembangunan smelter, serta meningkatnya kebutuhan baja nasional, permintaan terhadap batubara metalurgi ikut melonjak," tulis IMA.

IMA juga menjelaskan bahwa produksi batu bara Indonesia masih didominasi batu bara termal dengan kandungan kalori rendah hingga menengah yang umumnya digunakan sebagai bahan bakar PLTU dan industri semen.

Data IMA mencatat nilai impor batu bara dari Amerika Serikat mencapai sekitar 198,7 juta dolar AS atau sekitar Rp3,57 triliun dengan asumsi kurs Rp18.000 per dolar AS.

Lonjakan tersebut menjadikan Indonesia sebagai salah satu pasar terbesar batu bara Amerika Serikat di kawasan Asia.

Meski Indonesia dikenal sebagai produsen batu bara terbesar di dunia, kebutuhan batu bara metalurgi untuk industri baja masih belum dapat dipenuhi secara optimal dari produksi dalam negeri.

Karena itu, impor dilakukan untuk mendukung pengembangan industri hilirisasi dan kebutuhan bahan baku sektor manufaktur nasional.* (km/ad)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
PT BBBS Jelaskan Tujuan Pemindahan Slag BTI: Untuk Riset Teknologi, Hilirisasi Mineral, dan Tingkatkan PAD Bangka Belitung
Megawati Tegaskan PDIP Jadi Partai Penyeimbang Pemerintahan Prabowo: Bukan Oposisi, Bukan Koalisi
Selain Bupati Deli Serdang, LBH Medan Juga Laporkan Wali Kota Medan ke Ombudsman Sumut soal Penggunaan APBD
Rico Waas Dorong Perusahaan Gunakan CSR untuk Lindungi Pekerja Informal Lewat BPJS Ketenagakerjaan
Dilaporkan LBH Medan ke Ombudsman Soal APBD untuk Rehabilitasi Gedung Polri, Ini Respons Pemkab Deli Serdang
Bapenda Sumut Tegaskan Tak Ada Larangan Beli BBM Subsidi bagi Penunggak Pajak Kendaraan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru