Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA — Harga emas batangan Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan pada perdagangan Senin (13/7/2026).
Harga emas Antam turun seiring melemahnya harga emas dunia akibat tekanan dari penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS.
Berdasarkan daftar harga Logam Mulia Antam, harga emas ukuran 1 gram pada Senin (13/7/2026) berada di level Rp2.635.000 per gram.
Baca Juga:
Angka tersebut turun Rp20.000 dibandingkan harga akhir pekan lalu yang tercatat Rp2.655.000 per gram pada Minggu (12/7/2026).
Penurunan juga terjadi pada harga pembelian kembali atau buyback emas Antam.
Harga buyback turun Rp20.000 menjadi Rp2.395.000 per gram.
Daftar Harga Emas Antam Senin 13 Juli 2026
Berikut daftar lengkap harga emas batangan Logam Mulia Antam:
0,5 gram: Rp1.367.500
1 gram: Rp2.635.000
2 gram: Rp5.210.000
3 gram: Rp7.790.000
5 gram: Rp12.950.000
10 gram: Rp25.845.000
25 gram: Rp64.487.000
50 gram: Rp128.895.000
100 gram: Rp257.712.000
250 gram: Rp644.015.000
500 gram: Rp1.287.820.000
1.000 gram: Rp2.575.600.000
Penurunan harga emas Antam tidak terlepas dari pergerakan harga emas global.
Harga emas batangan dunia sempat terkoreksi hingga 1,2 persen dan turun ke bawah level US$4.070 per ons pada Senin (13/7/2026).
Sebelumnya, harga emas dunia juga telah mengalami penurunan sekitar 1,4 persen sepanjang pekan lalu.
Tekanan terhadap emas muncul ketika pasar kembali menghadapi ketidakpastian akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di sekitar Selat Hormuz.
Kondisi tersebut mendorong kenaikan harga energi dan memperkuat kekhawatiran bahwa inflasi global akan bertahan dalam waktu lebih lama.
Situasi tersebut membuat dolar AS menguat dan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat meningkat.
Kondisi ini menjadi tekanan bagi emas karena logam mulia merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi.
Selain pergerakan dolar AS, pelaku pasar juga memperhatikan kenaikan imbal hasil riil obligasi pemerintah AS atau real yield.
Imbal hasil riil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun disebut mengalami kenaikan hingga mencapai level tertinggi sejak April 2025.
Kenaikan real yield biasanya menjadi tantangan bagi harga emas karena investor dapat melihat instrumen berbasis dolar sebagai pilihan yang lebih menarik dibandingkan aset tanpa imbal hasil.
Meski demikian, emas masih menjadi salah satu aset yang banyak diperhatikan investor sebagai pelindung nilai ketika terjadi ketidakpastian ekonomi maupun geopolitik global.
Pergerakan harga emas ke depan masih akan dipengaruhi oleh arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat, perkembangan inflasi, pergerakan dolar AS, serta situasi geopolitik dunia.* (bb/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.