BREAKING NEWS
Kamis, 23 Juli 2026

Indonesia Punya Potensi Besar Jadi Pemimpin Ekonomi Halal Dunia, Namun Ekosistem Industri Masih Jadi Tantangan

gusWedha - Kamis, 23 Juli 2026 15:35 WIB
Indonesia Punya Potensi Besar Jadi Pemimpin Ekonomi Halal Dunia, Namun Ekosistem Industri Masih Jadi Tantangan
Diskusi publik bertajuk “Masa Depan Ekonomi Halal RI” yang digelar Universitas Paramadina bersama Center for Sharia Economic Development (CSED) INDEF di Kampus Paramadina Cipayung, Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Ia menjelaskan Universitas Paramadina terus berkontribusi melalui pengembangan Program Magister dan Program Doktor Manajemen Keuangan Syariah sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor ekonomi syariah nasional.

Didik juga menyinggung kontribusi Arsjad Rasjid melalui wakaf Kampus Paramadina Cikarang beserta tiga gedungnya sebagai bentuk nyata penerapan nilai ekonomi syariah.

Wakil Ketua Center for Sharia Economic Development (CSED) INDEF, Dr. Handi Risza, menyebut Indonesia membutuhkan perubahan mendasar untuk memperkuat ekonomi halal nasional.

Menurutnya, terdapat tiga pilar utama yang harus diperkuat, yakni:

- Capital atau modal dan pembiayaan;
- Governance atau tata kelola;
- Inclusivity atau inklusi ekonomi.

Handi mengatakan pangsa industri keuangan syariah nasional yang masih berada di kisaran 7 persen menunjukkan peluang pengembangan yang masih sangat besar.

Ia menilai keberhasilan sejumlah negara seperti Uni Emirat Arab dan Malaysia dalam membangun industri halal tidak terlepas dari kemampuan mereka menciptakan ekosistem halal yang terintegrasi.

Selain itu, Handi menekankan pentingnya optimalisasi instrumen ZISWAF (Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf) sebagai penggerak sektor riil yang mampu memberikan dampak ekonomi lebih luas bagi masyarakat.

Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia sekaligus Ketua Umum Forum Bisnis Negara Islam Asia Pacific (B57+ Asia Pacific Chapter), M. Arsjad Rasjid P.M., menilai Indonesia harus segera bertransformasi dari negara konsumen menjadi produsen utama produk halal dunia.

Menurut Arsjad, Indonesia memiliki semua modal yang dibutuhkan, mulai dari sumber daya manusia, jumlah penduduk muslim, hingga pasar yang besar.

"Indonesia tidak boleh terus berada pada posisi sebagai konsumen. Kita memiliki sumber daya, populasi, dan pasar yang besar. Yang dibutuhkan sekarang adalah membangun ekosistem yang mampu menjadikan Indonesia sebagai pemimpin ekonomi halal global," tegas Arsjad.

Ia menyebut Indonesia telah memiliki sejumlah capaian positif dalam industri halal, seperti:

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Rico Waas Dorong Produk UMKM Medan Masuk Lebih Banyak ke Gerai Indomaret, Targetkan 20 Persen Rak Ritel Modern
Bobby Nasution Ajak 10 Provinsi Bersinergi, Hilirisasi dan Pariwisata Jadi Mesin Ekonomi Sumatera
Aceh Percepat Hilirisasi Nilam, Sistem Resi Gudang Disiapkan untuk Stabilkan Harga Petani
Logo 'Kota Kerang' Diusulkan Berhak Cipta, Pemko Tanjungbalai Perkuat Sinergi dengan Kemenkum Sumut
Mengapa TNI dan Polri Dilibatkan di Program MBG? Ini Penjelasan Kepala BGN
Fantastis! Kebun Sawit Ilegal di Indonesia Capai 6 Juta Hektare, Setara 12 Kali Luas Pulau Bali
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru