BREAKING NEWS
Kamis, 30 Juli 2026

Satgas PRR Pacu Kebangkitan Ekonomi Aceh, Tambak dan Kopi Gayo Jadi Motor Pemulihan

Raman Krisna - Rabu, 29 Juli 2026 22:45 WIB
Satgas PRR Pacu Kebangkitan Ekonomi Aceh, Tambak dan Kopi Gayo Jadi Motor Pemulihan
Sekretaris Jenderal KKP Andy Artha Donny Oktopur meninjau pemulihan tambak terdampak bencana di Pidie Jaya. (Foto: dok. Satgas PRR/KKP)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

ACEH– Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera terus mengakselerasi pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana di Provinsi Aceh. Upaya tersebut dilakukan melalui pengaktifan kembali tambak perikanan, pendampingan petambak, serta penyediaan jutaan bibit kopi guna menghidupkan kembali sektor-sektor produktif.

Program pemulihan ekonomi menjadi salah satu dari lima klaster prioritas Satgas PRR, bersama klaster permukiman, infrastruktur, sosial, dan tata kelola. Fokus pemulihan mencakup sektor perikanan, pertanian, perkebunan, usaha mikro kecil menengah (UMKM), pasar rakyat, hingga pariwisata.

Di sektor perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan sebanyak 15.000 hektare tambak terdampak bencana di Aceh kembali beroperasi hingga akhir 2026. Pada tahap awal, sekitar 5.200 hektare ditargetkan aktif paling lambat September 2026.

Baca Juga:

Hingga akhir Juli 2026, seluas 694 hektare tambak telah kembali difungsikan melalui penebaran benih udang, bandeng, kakap, dan nila salin sebagai langkah awal pemulihan produksi.

Sekretaris Jenderal KKP, Andy Artha Donny Oktopura, menegaskan bahwa keberhasilan rehabilitasi tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan masyarakat untuk kembali memperoleh penghasilan.

"Tujuan kami bukan sekadar memperbaiki tambak, tetapi memastikan masyarakat kembali berproduksi. Karena itu, setelah rehabilitasi selesai, kami juga menyiapkan bantuan benih dan pakan sehingga petambak dapat langsung memulai budidaya," ujar Andy saat meninjau tambak di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya.

Untuk mempercepat proses rehabilitasi, KKP mengerahkan 12 unit ekskavator ke wilayah Sumatera, delapan di antaranya ditempatkan di Aceh guna mendukung perbaikan tambak. Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan mesin kapal serta 100 unit kotak pendingin berkapasitas 300 liter kepada nelayan di Kabupaten Bireuen dan Aceh Utara.

Pengaktifan kembali tambak diperkirakan mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Dengan sistem budidaya tradisional plus, setiap hektare tambak diproyeksikan menghasilkan sekitar 600 kilogram udang dalam satu siklus budidaya selama tiga bulan. Dengan asumsi harga rata-rata Rp50.000 per kilogram, omzet yang dihasilkan dapat mencapai sekitar Rp30 juta per hektare setiap siklus.

Seluruh bantuan berupa benih, pakan, hingga sarana produksi diberikan secara gratis. Pemerintah juga menugaskan penyuluh perikanan bersama dinas terkait untuk mendampingi petambak hingga masa panen, sekaligus memastikan program berjalan tepat sasaran.

Salah seorang petambak asal Pidie Jaya, Fazil, mengaku bantuan tersebut memberikan harapan baru setelah usahanya terdampak bencana.

"Bantuan benih dan pakan ini sangat membantu kami untuk kembali beroperasi. Saya yakin tiga bulan ke depan sudah bisa panen," ujarnya.

Selain sektor perikanan, pemulihan ekonomi juga diperkuat melalui sektor perkebunan. Kementerian Pertanian menyiapkan sebanyak empat juta bibit kopi untuk mendukung rehabilitasi kebun kopi di kawasan Gayo, salah satu sentra kopi unggulan nasional.

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Job Fair Magelang 2026 Dibuka, Wamenaker: Talenta Adaptif Jadi Kunci Menang di Dunia Kerja
PHI Perkuat Program Kesehatan Ibu dan Anak di Kalimantan, Dorong Generasi Sehat Menuju Indonesia Emas 2045
Hadir Lagi! Tabel Angsuran KUR BCA 2026 Pinjaman Rp500 Juta, Cicilan Mulai Berapa?
Bobby Nasution Minta OJK Sumut Perkuat Rekomendasi Strategis, Dorong Jamkrida Jadi Penggerak Pembiayaan UMKM
Butuh Modal Usaha? KUR Mandiri 2026 Tawarkan Pinjaman Hingga Rp100 Juta, Cicilan Mulai Rp2 Jutaan per Bulan
Ingin Modal Usaha? Tabel Angsuran KUR BNI 2026 Pinjaman Rp100 Juta, Cicilan Mulai Rp1,9 Juta per Bulan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru