Prabowo: Rakyat Tidak Butuh Birokrasi Berbelit
JAKARTA Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meminta para lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXIII agar
NASIONAL
JAKARTA — PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) terus memperkuat komitmen tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR) melalui berbagai program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) di wilayah operasi Kalimantan.
Bertepatan dengan momentum Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 pada 23 Juli 2026, PHI bersama anak perusahaan dan afiliasinya menghadirkan berbagai program yang berfokus pada peningkatan kesehatan ibu, bayi, dan balita, penguatan layanan gizi, hingga perluasan akses pendidikan bagi masyarakat sekitar wilayah operasi perusahaan.
Manager Communication Relations & CID PHI, Dony Indrawan, mengatakan peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak menjadi salah satu perhatian utama perusahaan dalam menjalankan program CSR.Baca Juga:
"Di PHI, kami percaya bahwa peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak merupakan faktor penting dalam menciptakan masyarakat yang sehat dan masa depan bangsa yang lebih baik. Oleh karena itu, kami terus mendorong ekosistem yang mendukung tumbuh kembang anak sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia di sekitar wilayah operasi kami di Kalimantan," ungkap Dony.
Menurutnya, upaya tersebut sejalan dengan tema Hari Anak Nasional 2026 yang diusung Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, yaitu "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan".
Berbagai program dijalankan PHI melalui anak perusahaan dan afiliasinya.
Di antaranya Program Beras Kuning (Bersama Masyarakat Kurangi Risiko Stunting) yang dilakukan PT Pertamina EP Tarakan (PEP Tarakan), serta PROKESMAS PUJA (Program Kesehatan Masyarakat Terpadu dan Sejahtera) yang dikelola PT Pertamina EP Sangasanga.
Selain sektor kesehatan, PHI juga memberikan perhatian terhadap dunia pendidikan melalui Program Sekolah Negeri Terapung yang dijalankan PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) di kawasan pesisir Kalimantan.
Head of Communication Relations & CID Zona 10, Elis Fauziyah, menjelaskan Program Beras Kuning PEP Tarakan hadir sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak, terutama dalam mencegah risiko stunting di Kelurahan Selumit Pantai, Kota Tarakan.
Wilayah tersebut merupakan kawasan pesisir yang sebagian masyarakatnya bekerja sebagai nelayan dan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Sejak 2021, program ini dilakukan secara bertahap melalui pemetaan wilayah risiko stunting, pemberian makanan tambahan (PMT), penguatan layanan posyandu, hingga edukasi mengenai pola hidup sehat dan pemenuhan gizi anak.
Pada 2023 hingga 2024, program tersebut berkembang dengan melibatkan kader posyandu melalui pelatihan gizi serta lomba Cipta Menu MPASI untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya makanan pendamping ASI yang bergizi.
JAKARTA Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meminta para lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXIII agar
NASIONAL
OlehSutrisno PangaribuanUPAYA cari muka kepada Bobby Nasution mulai muncul dengan pernyataan Anggota DPRD Sumut tentang kuorum Rapat Paripu
OPINI
JAKARTA Sukun dinilai memiliki potensi besar menjadi salah satu pangan unggulan masa depan Indonesia. Selain memiliki kandungan gizi yan
PERTANIAN AGRIBISNIS
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mulai mendorong pengembangan industri kopi daerah dengan membangun tiga rumah p
PEMERINTAHAN
JAKARTA Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan pada pembukaan perdagangan Rabu, 29 Juli 2026. Mata uang Garuda dibuka melemah terh
EKONOMI
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan penguatan pada pembukaan perdagangan Rabu, 29 Juli 2026. Pergerakan posit
EKONOMI
JAKARTA PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) terus memperkuat komitmen tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR) melalui berbagai program
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Kota (Pemko) Medan bergerak cepat menindaklanjuti informasi yang ramai diperbincangkan di media sosial terkait dugaan p
PEMERINTAHAN
SUMEDANG Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melantik sebanyak 1.204 lulusan Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan Institut Pemerin
PENDIDIKAN
JAKARTA Perjuangan hukum mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim belum berakhir set
HUKUM DAN KRIMINAL