Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA — PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) terus memperkuat komitmen tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR) melalui berbagai program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) di wilayah operasi Kalimantan.
Bertepatan dengan momentum Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 pada 23 Juli 2026, PHI bersama anak perusahaan dan afiliasinya menghadirkan berbagai program yang berfokus pada peningkatan kesehatan ibu, bayi, dan balita, penguatan layanan gizi, hingga perluasan akses pendidikan bagi masyarakat sekitar wilayah operasi perusahaan.
Manager Communication Relations & CID PHI, Dony Indrawan, mengatakan peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak menjadi salah satu perhatian utama perusahaan dalam menjalankan program CSR.
Baca Juga:
"Di PHI, kami percaya bahwa peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak merupakan faktor penting dalam menciptakan masyarakat yang sehat dan masa depan bangsa yang lebih baik. Oleh karena itu, kami terus mendorong ekosistem yang mendukung tumbuh kembang anak sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia di sekitar wilayah operasi kami di Kalimantan," ungkap Dony.
Menurutnya, upaya tersebut sejalan dengan tema Hari Anak Nasional 2026 yang diusung Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, yaitu "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan".
Berbagai program dijalankan PHI melalui anak perusahaan dan afiliasinya.
Di antaranya Program Beras Kuning (Bersama Masyarakat Kurangi Risiko Stunting) yang dilakukan PT Pertamina EP Tarakan (PEP Tarakan), serta PROKESMAS PUJA (Program Kesehatan Masyarakat Terpadu dan Sejahtera) yang dikelola PT Pertamina EP Sangasanga.
Selain sektor kesehatan, PHI juga memberikan perhatian terhadap dunia pendidikan melalui Program Sekolah Negeri Terapung yang dijalankan PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) di kawasan pesisir Kalimantan.
Head of Communication Relations & CID Zona 10, Elis Fauziyah, menjelaskan Program Beras Kuning PEP Tarakan hadir sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak, terutama dalam mencegah risiko stunting di Kelurahan Selumit Pantai, Kota Tarakan.
Wilayah tersebut merupakan kawasan pesisir yang sebagian masyarakatnya bekerja sebagai nelayan dan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Sejak 2021, program ini dilakukan secara bertahap melalui pemetaan wilayah risiko stunting, pemberian makanan tambahan (PMT), penguatan layanan posyandu, hingga edukasi mengenai pola hidup sehat dan pemenuhan gizi anak.
Pada 2023 hingga 2024, program tersebut berkembang dengan melibatkan kader posyandu melalui pelatihan gizi serta lomba Cipta Menu MPASI untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya makanan pendamping ASI yang bergizi.
Tidak hanya berfokus pada kesehatan, program tersebut juga berkembang menjadi pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Melalui kegiatan Lomba Cipta Menu MPASI tahun 2025, peserta kemudian membentuk kelompok UMKM yang memproduksi makanan pendamping ASI dengan merek Tummy Tumu.
Produk yang dihasilkan berupa makanan bergizi seperti risol dan bola ikan berbahan dasar kentang, sayuran, serta ikan bandeng.
"Keberhasilan inovasi ini didukung oleh kolaborasi berbagai pemangku kepentingan, yakni Kelurahan Selumit Pantai, Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Sebengkok, serta BKKBN Kota Tarakan," papar Elis.
Upaya serupa dilakukan PT Pertamina EP Sangasanga melalui program PROKESMAS PUJA dengan menghadirkan fasilitas Rumah Balita Sehat, Giat dan Cerdas (Bahagia) di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Head of Communication Relations & CID Zona 9, Dharma Saputra, menjelaskan Rumah Bahagia memberikan layanan terpadu bagi balita yang memiliki risiko stunting.
Layanan tersebut mencakup pemantauan pertumbuhan balita, konseling gizi, perawatan balita, pemberian makanan tambahan sesuai kondisi kesehatan, hingga stimulasi tumbuh kembang anak.
Pada tahap awal pelaksanaan tahun 2025, Rumah Bahagia telah menjangkau 54 balita.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 49 balita mengalami berat badan tidak naik, tiga balita memiliki berat badan kurang, dan dua balita berada dalam kondisi gizi rendah.
Melalui intervensi gizi yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak, sebanyak 40 balita berhasil menunjukkan perbaikan status gizi.
"Pendekatan terpadu layanan Rumah Bahagia Samboja berhasil menunjukkan hasil yang positif. Program ini terus dilanjutkan pada tahun 2026 sebagai bagian dari upaya mempercepat penurunan risiko stunting," ujar Dharma.
Selain kesehatan, PHI juga memperkuat sektor pendidikan melalui Program Sekolah Negeri Terapung di SMPN 6 Anggana, Desa Sepatin, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Head of Communication Relations & CID Zona 8, Achmad Krisna Hadiyanto, mengatakan program tersebut bertujuan memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang tinggal di kawasan perairan dan pesisir Delta Mahakam.
Program tersebut mencakup peningkatan fasilitas belajar, pemanfaatan listrik tenaga surya (PLTS), dukungan konektivitas digital, peningkatan kompetensi guru, hingga pendidikan berbasis lingkungan melalui rehabilitasi mangrove dan pengelolaan sampah.
Memasuki tahun keempat pelaksanaan pada 2026, Program Sekolah Negeri Terapung memasuki fase pengembangan dengan berbagai kegiatan baru.
Di antaranya penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), edukasi bahaya narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA), regenerasi guru penggerak dari siswa lokal, program magang, pengembangan kurikulum berbasis muatan lokal, serta pendampingan penerima Beasiswa Mahakam bagi mahasiswa pesisir.
Dony Indrawan menegaskan seluruh program tersebut merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan PHI dalam menjalankan operasional hulu migas yang selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Menurutnya, keberhasilan menjaga ketahanan energi nasional harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan.
"Di PHI, kami percaya bahwa keberhasilan menjaga ketahanan energi nasional harus berjalan seiring dengan upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasi. Karena itu, kami akan terus menghadirkan program-program yang berfokus pada kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat untuk menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing," pungkas Dony.
Melalui sinergi bersama pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan, PHI berharap program CSR yang dijalankan dapat memberikan manfaat berkelanjutan sekaligus mendukung pencapaian pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.* (ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.