Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Tidak hanya berfokus pada kesehatan, program tersebut juga berkembang menjadi pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Melalui kegiatan Lomba Cipta Menu MPASI tahun 2025, peserta kemudian membentuk kelompok UMKM yang memproduksi makanan pendamping ASI dengan merek Tummy Tumu.
Produk yang dihasilkan berupa makanan bergizi seperti risol dan bola ikan berbahan dasar kentang, sayuran, serta ikan bandeng.
"Keberhasilan inovasi ini didukung oleh kolaborasi berbagai pemangku kepentingan, yakni Kelurahan Selumit Pantai, Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Sebengkok, serta BKKBN Kota Tarakan," papar Elis.
Upaya serupa dilakukan PT Pertamina EP Sangasanga melalui program PROKESMAS PUJA dengan menghadirkan fasilitas Rumah Balita Sehat, Giat dan Cerdas (Bahagia) di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Head of Communication Relations & CID Zona 9, Dharma Saputra, menjelaskan Rumah Bahagia memberikan layanan terpadu bagi balita yang memiliki risiko stunting.
Layanan tersebut mencakup pemantauan pertumbuhan balita, konseling gizi, perawatan balita, pemberian makanan tambahan sesuai kondisi kesehatan, hingga stimulasi tumbuh kembang anak.
Pada tahap awal pelaksanaan tahun 2025, Rumah Bahagia telah menjangkau 54 balita.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 49 balita mengalami berat badan tidak naik, tiga balita memiliki berat badan kurang, dan dua balita berada dalam kondisi gizi rendah.
Melalui intervensi gizi yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak, sebanyak 40 balita berhasil menunjukkan perbaikan status gizi.
"Pendekatan terpadu layanan Rumah Bahagia Samboja berhasil menunjukkan hasil yang positif. Program ini terus dilanjutkan pada tahun 2026 sebagai bagian dari upaya mempercepat penurunan risiko stunting," ujar Dharma.
Selain kesehatan, PHI juga memperkuat sektor pendidikan melalui Program Sekolah Negeri Terapung di SMPN 6 Anggana, Desa Sepatin, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.