BREAKING NEWS
Selasa, 15 September 2026

Miris! Zulhas Ungkap Nelayan RI Termasuk Kelompok Termiskin, Sementara Ikan Dikeruk Asing Rp200 Triliun Tiap Tahun

Dharma - Selasa, 15 September 2026 12:33 WIB
Miris! Zulhas Ungkap Nelayan RI Termasuk Kelompok Termiskin, Sementara Ikan Dikeruk Asing Rp200 Triliun Tiap Tahun
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas). (Foto: Dok. Humas Kemenko Pangan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyoroti rendahnya tingkat kesejahteraan nelayan Indonesia. Dia menyebut rata-rata nelayan berada dalam desil 1 dengan Nilai Tukar Nelayan (NTN) sekitar 103.

Menurut Zulhas, kondisi tersebut menunjukkan nelayan masih termasuk kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.

"Nelayan kita itu termasuk desil satu, nilai tukarnya 103. Jadi yang paling miskin itu nelayan," kata Zulhas di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat, Selasa (15/9/2026).

Baca Juga:

Zulhas menilai kondisi tersebut membuat nelayan Indonesia belum mampu mengoptimalkan potensi laut nasional. Di sisi lain, dia mengatakan sumber daya perikanan Indonesia masih menghadapi persoalan pencurian oleh nelayan asing.

"Lautan kita dikuasai oleh nelayan-nelayan kuat, nelayan-nelayan dari asing. Asing itu, ya, dari Thailand, Vietnam, dari Tiongkok," ujarnya.

Zulhas menyebut Menteri Kelautan dan Perikanan memperkirakan nilai ikan Indonesia yang dicuri nelayan asing mencapai lebih dari Rp200 triliun setiap tahun.

"Menurut Menteri Kelautan, ikan kita itu rata-rata per tahun dicuri Rp200 triliun lebih," kata Zulhas.

Untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan, pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto menempatkan sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu prioritas. Salah satu program yang didorong adalah Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Program tersebut mencakup pembangunan berbagai fasilitas pendukung aktivitas nelayan, seperti balai lelang, akses kapal, cold storage, bengkel, pabrik es, hingga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN).

Pemerintah menargetkan sebanyak 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih dapat berdiri hingga akhir 2029. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus memperbaiki kesejahteraan nelayan.

"Jadi mendapat prioritas ini, agar kemiskinan yang dialami oleh nelayan ini bisa dikejar, dipercepat. Itu satu, kampung nelayan 5.000," pungkas Zulhas.

Pemerintah berharap penguatan fasilitas dan pemberdayaan nelayan dapat meningkatkan Nilai Tukar Nelayan serta membuat masyarakat pesisir lebih mampu mengelola dan memperoleh manfaat dari potensi sumber daya laut Indonesia.* (d/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Menhut dan Kapolda Riau Saksikan Relokasi Lahan, Hutan Tesso Nilo Kembali Terjaga
Zulkifli Hasan Bongkar Cerita Wawancara dengan Harrison Ford soal Hutan Tesso Nilo: Saya Penjahatnya, Sudah Nasib Pejabat
Danki Yonif 834 Akui Jadi Orang Pertama Mencambuk Prada Lucky
Massa Demo Tolak Relokasi Taman Nasional Tesso Nilo, Kapolda Riau Turun Tangan Amankan Aksi
Duel Antara Anggota TNI AL dan TNI AD Berujung Maut di Cafe Leko Tanjungpinang
SBY: TNI yang Terjun ke Politik Harus Tinggalkan Karier Militer
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru