BREAKING NEWS
Kamis, 30 Juli 2026

Rupiah Menguat Tipis ke Rp18.070 per Dolar AS!

Dharma - Kamis, 30 Juli 2026 09:45 WIB
Rupiah Menguat Tipis ke Rp18.070 per Dolar AS!
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan penguatan pada awal perdagangan Kamis, 30 Juli 2026.

Mata uang Garuda dibuka naik tipis di tengah perhatian pasar terhadap keputusan kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed).

Berdasarkan data perdagangan, rupiah dibuka menguat 0,02 persen atau naik 3 poin ke level Rp18.070 per dolar AS.

Baca Juga:

Pada saat bersamaan, indeks dolar AS atau US Dollar Index (DXY) justru bergerak naik 0,02 persen ke level 100,91.

Pada perdagangan sebelumnya, Rabu, 29 Juli 2026, rupiah juga berhasil menguat 10 poin dan ditutup di posisi Rp18.073 per dolar AS.

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pergerakan rupiah saat ini masih dipengaruhi oleh sentimen global, terutama terkait arah kebijakan moneter The Fed.

Menurut Ibrahim, pasar memperkirakan bank sentral Amerika Serikat tidak akan menaikkan suku bunga dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) Juli 2026.

Sesuai ekspektasi pasar, The Fed akhirnya memutuskan mempertahankan suku bunga acuan pada level 3,50 persen hingga 3,75 persen setelah menggelar rapat selama dua hari.

"Para pedagang mengurangi taruhan kenaikan suku bunga Fed di tengah harapan baru akan diplomasi AS-Iran untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama lima bulan," kata Ibrahim.

Selain faktor global, kondisi dalam negeri juga menjadi perhatian investor.

Ibrahim menyebut kredibilitas pasar keuangan Indonesia tengah menghadapi tantangan setelah muncul respons negatif terhadap hasil survei Indikator Politik Indonesia terkait tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto.

Dalam survei tersebut, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo disebut berada di angka 49,5 persen.

Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan survei sebelumnya pada April 2026 yang mencapai 68 persen.

Sementara pada Desember 2025, tingkat kepuasan terhadap kinerja Presiden Prabowo tercatat sebesar 81 persen.

Perubahan sentimen tersebut dinilai turut menjadi faktor yang diperhatikan pelaku pasar dalam melihat prospek ekonomi Indonesia ke depan.

Ibrahim memperkirakan perdagangan rupiah pada Kamis ini masih akan berlangsung dinamis.

Ia memproyeksikan rupiah berpotensi bergerak dalam rentang Rp18.070 hingga Rp18.130 per dolar AS.

Pergerakan tersebut dipengaruhi oleh sejumlah sentimen eksternal, termasuk meningkatnya kembali ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Pasar sebelumnya sempat memberikan respons positif terhadap peluang kemajuan diplomasi kedua negara untuk meredakan konflik yang telah berlangsung selama beberapa bulan.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan adanya peluang besar bagi perkembangan positif dalam pembicaraan dengan Iran.

Namun, pihak Teheran membantah adanya rencana untuk melakukan negosiasi maupun gencatan senjata.

"Namun pihak Teheran membantah adanya niat untuk melakukan negosiasi ataupun gencatan senjata," ujar Ibrahim.

Dengan berbagai sentimen yang masih berkembang, pelaku pasar diperkirakan akan terus mencermati arah kebijakan The Fed, perkembangan geopolitik global, serta kondisi ekonomi domestik yang dapat memengaruhi pergerakan rupiah hingga akhir perdagangan.* (bi/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pasar Saham Pagi Ini Bergairah, IHSG Tembus Level 6.125!
Harga Emas Antam Naik Hari Ini, 1 Gram Tembus Rp2,616 Juta
Rupiah Akhirnya Menguat ke Rp18.073 per Dolar AS Usai Tertekan Empat Hari, Ini Pemicunya
Rupiah Tersungkur ke Rp18.109, Ini Penyebab Mata Uang Garuda Tertekan
IHSG Menguat ke 6.143,54, Ini Daftar Saham Pilihan Analis Hari Ini
Harga Emas Antam Turun Lagi Hari Ini, Apakah Saatnya Beli?
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru