BREAKING NEWS
Kamis, 30 Juli 2026

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp18.111 per Dolar AS, Tekanan Global Masih Membayangi Pasar

Administrator - Kamis, 30 Juli 2026 16:17 WIB
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp18.111 per Dolar AS, Tekanan Global Masih Membayangi Pasar
ilustrasi - Nilai tukar rupiah kembali ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (30/7/2026). (Foto: Antara Foto)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Nilai tukar rupiah kembali ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (30/7/2026). Mata uang Garuda turun 38 poin atau sekitar 0,21 persen ke level Rp18.111 per dolar AS di tengah tekanan sentimen global dan domestik.

Analis pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta kebijakan moneter Amerika Serikat yang masih menjadi perhatian pelaku pasar.

Menurut Ibrahim, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan melakukan serangan terhadap Iran setelah meningkatnya eskalasi konflik menyusul serangan rudal Iran terhadap pangkalan militer AS di Yordania.

Baca Juga:

Selain itu, Amerika Serikat bersama Arab Saudi juga disebut melakukan serangan terhadap kelompok paramiliter yang didukung Iran di Irak. Kondisi tersebut dinilai meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi global.

Di sisi lain, Iran dilaporkan menutup jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu rute utama distribusi minyak dan gas dunia. Langkah tersebut semakin menambah ketidakpastian di pasar keuangan internasional.

Dari kebijakan moneter, Federal Reserve (The Fed) memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya pada kisaran 3,50 hingga 3,75 persen. Meski demikian, keputusan itu diwarnai perbedaan pandangan di internal Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), dengan tiga anggota menginginkan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin.

Sementara dari dalam negeri, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 diperkirakan melambat ke kisaran 4,8 hingga 4,9 persen, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan kuartal I 2026 yang mencapai 5,61 persen.

Perlambatan tersebut dipengaruhi tingginya biaya produksi, ketidakpastian ekonomi global, kebijakan moneter yang ketat, hingga tantangan fiskal di dalam negeri.

Pelaku pasar juga masih mencermati sejumlah agenda ekonomi penting dalam waktu dekat, mulai dari rilis data inflasi, neraca perdagangan, cadangan devisa, produk domestik bruto (PDB), hingga Indeks Keyakinan Konsumen (IKK).

Berdasarkan kondisi tersebut, Ibrahim memperkirakan pergerakan rupiah pada perdagangan berikutnya masih akan bergerak fluktuatif dengan potensi berada pada kisaran Rp18.110 hingga Rp18.160 per dolar Amerika Serikat.* (in/dh)

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Rupiah Menguat Tipis ke Rp18.070 per Dolar AS!
Rupiah Akhirnya Menguat ke Rp18.073 per Dolar AS Usai Tertekan Empat Hari, Ini Pemicunya
Rupiah Tersungkur ke Rp18.109, Ini Penyebab Mata Uang Garuda Tertekan
Rupiah Turun ke Rp18.083 per Dolar AS, Pasar Menanti Keputusan Penting The Fed
Rupiah Kembali Melemah, Tembus Rp18.068 per Dolar AS di Awal Perdagangan
Destry Respons Rupiah dan IHSG Melemah usai Perry Mundur, BI Pastikan Stabilitas Tetap Terjaga
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru