Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA — Mantan Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani Indrawati kembali mendapat kepercayaan di tingkat internasional.
Bank Dunia menunjuk Sri Mulyani sebagai Ketua Bersama Independen Asosiasi Pembangunan Internasional atau International Development Association (IDA) dalam proses pengisian kembali pendanaan (replenishment) ke-22.
Melalui peran barunya tersebut, Sri Mulyani akan memimpin upaya menghimpun dukungan kebijakan dan pendanaan bagi negara-negara berpendapatan rendah yang membutuhkan bantuan pembangunan.
Baca Juga:
IDA merupakan salah satu sumber pembiayaan terbesar dunia dalam upaya mengatasi kemiskinan ekstrem.
Lembaga ini menyediakan pinjaman dengan bunga nol atau rendah serta hibah untuk mendukung berbagai program pembangunan, mulai dari pertumbuhan ekonomi, penguatan ketahanan negara, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat miskin.
Bank Dunia menyebut Sri Mulyani akan menjalankan tugas tersebut bersama Paschal Donohoe, Managing Director sekaligus Chief Knowledge Officer Grup Bank Dunia.
"Sri Mulyani akan memimpin bersama proses replenishment IDA22 dengan Paschal Donohoe, Managing Director sekaligus Chief Knowledge Officer Grup Bank Dunia," kata Bank Dunia dalam keterangan resmi di Washington, Amerika Serikat, Senin (3/8).
Menurut Bank Dunia, Sri Mulyani dipilih melalui proses seleksi dari sejumlah kandidat yang dilakukan oleh komite pencarian yang terdiri atas perwakilan negara donor dan negara peminjam.
Dalam tugasnya, Sri Mulyani akan membantu memperkuat dukungan kebijakan serta memastikan keberlanjutan pendanaan IDA22 dari berbagai negara yang menjadi mitra lembaga tersebut.
Bank Dunia menilai pengalaman panjang Sri Mulyani dalam bidang ekonomi dan pembiayaan pembangunan internasional menjadi salah satu alasan penunjukan tersebut.
Lembaga tersebut mencatat Sri Mulyani saat ini menjabat sebagai Blavatnik World Leaders Fellow 2025-2026 di Universitas Oxford.
Sebelumnya, Sri Mulyani merupakan perempuan pertama yang menjabat sebagai Menteri Keuangan Indonesia.
Ia juga pernah menduduki posisi penting sebagai Managing Director dan Chief Operating Officer Bank Dunia.
"Pengalaman tersebut memberinya keahlian mendalam dalam kebijakan pembangunan maupun pembiayaan multilateral. Sri Mulyani juga pernah masuk dalam daftar 100 Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia versi Forbes," ujar Bank Dunia.
Replenishment IDA merupakan agenda rutin yang biasanya berlangsung setiap tiga tahun untuk menghimpun pendanaan baru bagi negara-negara termiskin di dunia.
Selain menggalang dana, pertemuan tersebut juga menjadi forum bagi negara mitra untuk mengevaluasi dan membahas arah kebijakan IDA ke depan.
Siklus replenishment IDA22 akan dimulai melalui Mid-Term Review yang dijadwalkan berlangsung di Tashkent, Uzbekistan, pada Desember 2026.
Sementara pertemuan terakhir untuk pengumpulan komitmen pendanaan atau pledging meeting diperkirakan digelar pada Desember 2027.
Hasil dari IDA22 nantinya akan menentukan besaran pembiayaan dengan skema khusus yang dapat diberikan kepada 78 negara hingga tahun 2031.
Sejak berdiri pada 1960, IDA telah menyalurkan lebih dari US$632 miliar untuk mendukung berbagai investasi pembangunan di 115 negara.
Penunjukan Sri Mulyani sebagai pemimpin bersama proses IDA22 menjadi salah satu bentuk pengakuan internasional terhadap pengalamannya dalam mengelola kebijakan ekonomi dan pembiayaan pembangunan.* (cn/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.