DPR Desak Polisi Bongkar Kasus 995 Senjata di Sekolah Jaksel, Diduga Langgar UU Darurat
JAKARTA Komisi III DPR RI mendesak kepolisian mengusut tuntas penemuan 995 pucuk senjata, amunisi, serta barang bukti lain di sebuah sek
NASIONAL
JAKARTA - Pemerintah tengah menjajaki kerja sama dengan China dan Rusia untuk mengembangkan proyek Kereta Trans Kalimantan. Langkah ini menjadi tindak lanjut arahan Presiden guna mempercepat pembangunan jaringan perkeretaapian nasional melalui skema investasi.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang kini tengah menyiapkan roadmap pengembangan Kereta Trans Sumatra dan Kereta Trans Kalimantan sebagai acuan bagi calon investor dari dalam maupun luar negeri. "Kita sudah berkoordinasi dengan KAI. KAI sudah menyiapkan roadmap-nya," ujar Dudy di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Dudy menjelaskan pengembangan Trans Sumatra dinilai lebih siap karena sebagian jaringan rel sudah tersedia dan tinggal menyambungkan ruas yang belum terkoneksi. Berbeda dengan Trans Kalimantan yang harus dibangun dari nol lantaran belum memiliki jaringan rel sama sekali. "Kalau Trans Kalimantan memang kita harus mulai dari nol," katanya.Baca Juga:
Pemerintah pun kembali membuka komunikasi dengan sejumlah negara yang sebelumnya sempat menunjukkan minat berinvestasi, termasuk China dan Rusia yang kini dijajaki khusus untuk proyek Trans Kalimantan. "Kerja sama dengan Rusia kita buka kembali, kita jajaki kembali, termasuk dengan China," ujarnya.
Meski begitu, nilai investasi proyek tersebut belum ditetapkan karena para calon investor masih menghitung kelayakan bisnis sebelum mengajukan proposal resmi. "Belum ada angkanya. Kita juga harus lihat perhitungan bisnisnya mereka," kata Dudy.
Dudy menambahkan, proyek mana yang lebih dulu direalisasikan akan bergantung pada hasil kajian masing-masing investor. PT KAI disebut lebih tertarik menggarap Trans Sumatra karena potensi angkutan logistik yang sudah terbentuk, sementara Trans Kalimantan lebih diminati investor asal China dan Rusia. "Kalau di Kalimantan sepertinya dari China maupun Rusia yang berminat," tutupnya.* (in/dh)
JAKARTA Komisi III DPR RI mendesak kepolisian mengusut tuntas penemuan 995 pucuk senjata, amunisi, serta barang bukti lain di sebuah sek
NASIONAL
JAKARTA Wakil Ketua KomisiWakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani menilai dugaan pencatutan nama Presiden Prabowo Subianto dalam
POLITIK
JAKARTA Pihak mantan Ketua Yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, akhirnya buka suara terkait temuan 995 pucuk senjat
NASIONAL
JAKARTA Wacana penerapan hukuman mati bagi koruptor kembali menuai perdebatan. Sejumlah aktivis hak asasi manusia (HAM) menolak usulan t
NASIONAL
JAKARTA Pemerintah memberikan kemudahan bagi pesantren dan sekolah berbasis keagamaan berasrama dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi
NASIONAL
JAKARTA Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mendesak Polda Sumatera Utara mengusut secara tuntas dan transparan kasus meninggalnya WL
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi berbagai hasil riset dan inovasi yang dipamerkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menjajal langsung ketahanan genteng komposit hasil inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) saa
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) tengah menelusuri dugaan pelanggaran etik terkait komentar bernada tidak berempati yang dilakuk
NASIONAL
JAKARTA Polres Metro Jakarta Selatan terus menyelidiki temuan ratusan senjata di salah satu yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pin
HUKUM DAN KRIMINAL