BREAKING NEWS
Jumat, 07 Agustus 2026

China dan Rusia Rebutan Garap Kereta Trans Kalimantan, RI Buka Pintu Lebar!

Administrator - Jumat, 07 Agustus 2026 08:41 WIB
China dan Rusia Rebutan Garap Kereta Trans Kalimantan, RI Buka Pintu Lebar!
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi usai rapat bersama Komisi V di Gedung Parlemen, Jakarta pada Kamis (21/5/2026). (Foto: Argya D. Maheswara/kumparan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Pemerintah tengah menjajaki kerja sama dengan China dan Rusia untuk mengembangkan proyek Kereta Trans Kalimantan. Langkah ini menjadi tindak lanjut arahan Presiden guna mempercepat pembangunan jaringan perkeretaapian nasional melalui skema investasi.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang kini tengah menyiapkan roadmap pengembangan Kereta Trans Sumatra dan Kereta Trans Kalimantan sebagai acuan bagi calon investor dari dalam maupun luar negeri. "Kita sudah berkoordinasi dengan KAI. KAI sudah menyiapkan roadmap-nya," ujar Dudy di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Dudy menjelaskan pengembangan Trans Sumatra dinilai lebih siap karena sebagian jaringan rel sudah tersedia dan tinggal menyambungkan ruas yang belum terkoneksi. Berbeda dengan Trans Kalimantan yang harus dibangun dari nol lantaran belum memiliki jaringan rel sama sekali. "Kalau Trans Kalimantan memang kita harus mulai dari nol," katanya.

Baca Juga:

Pemerintah pun kembali membuka komunikasi dengan sejumlah negara yang sebelumnya sempat menunjukkan minat berinvestasi, termasuk China dan Rusia yang kini dijajaki khusus untuk proyek Trans Kalimantan. "Kerja sama dengan Rusia kita buka kembali, kita jajaki kembali, termasuk dengan China," ujarnya.

Meski begitu, nilai investasi proyek tersebut belum ditetapkan karena para calon investor masih menghitung kelayakan bisnis sebelum mengajukan proposal resmi. "Belum ada angkanya. Kita juga harus lihat perhitungan bisnisnya mereka," kata Dudy.

Dudy menambahkan, proyek mana yang lebih dulu direalisasikan akan bergantung pada hasil kajian masing-masing investor. PT KAI disebut lebih tertarik menggarap Trans Sumatra karena potensi angkutan logistik yang sudah terbentuk, sementara Trans Kalimantan lebih diminati investor asal China dan Rusia. "Kalau di Kalimantan sepertinya dari China maupun Rusia yang berminat," tutupnya.* (in/dh)

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Viral Ucapan Zulhas "Kalau Tanam Padi Tak Untung, Tanam Sawit", BM PAN: Jangan Dipotong Konteksnya
KPK Geledah Sejumlah Lokasi di Bengkulu, Usut Dugaan Suap Pengelolaan Limbah Kesehatan
Prabowo Akui Mutu Pendidikan RI Masih Kalah dari Negara Tetangga, Ini Alasannya
Pengamat Nilai Reshuffle Kabinet Bisa Jadi Opsi Tingkatkan Kepuasan Publik
Satgas PRR Perkuat Pengawasan Pemulihan Pascabencana di Aceh, Pastikan Dana Rp1,6 Triliun Tepat Sasaran
Siswa Dilarang Bawa Pulang Makanan MBG, Ini Penjelasan Kepala BGN
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru