BREAKING NEWS
Minggu, 23 Agustus 2026

BPS Tegaskan Desil DTSEN Bukan Patokan Mutlak Kaya atau Miskin, Ini Penjelasannya

Administrator - Minggu, 23 Agustus 2026 09:36 WIB
BPS Tegaskan Desil DTSEN Bukan Patokan Mutlak Kaya atau Miskin, Ini Penjelasannya
Ilustrasi - Penerima Bansos. (foto: Dok. KemenPANRB)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Posisi desil keluarga dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dapat berubah seiring perubahan kondisi sosial ekonomi keluarga dan posisi relatifnya dibandingkan keluarga lain.

Badan Pusat Statistik (BPS) menegaskan perubahan posisi desil tidak hanya ditentukan oleh naik atau turunnya pendapatan keluarga.

Pemeringkatan desil mempertimbangkan berbagai karakteristik sosial ekonomi secara bersama-sama.

Baca Juga:

Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan desil merupakan gambaran posisi relatif suatu keluarga dalam pemeringkatan kesejahteraan, bukan ukuran tunggal kondisi ekonomi keluarga.

"Desil menunjukkan posisi relatif suatu keluarga dibandingkan keluarga lainnya berdasarkan berbagai karakteristik sosial ekonomi. Karena itu, angka desil perlu dipahami sebagai gambaran posisi relatif dalam pemeringkatan kesejahteraan, bukan sebagai ukuran tunggal kondisi ekonomi suatu keluarga," jelas Amalia melalui keterangannya, Jumat, 21 Agustus 2026.

Dalam DTSEN, keluarga diperingkatkan berdasarkan berbagai karakteristik sosial ekonomi.

Hasil pemeringkatan tersebut kemudian dibagi menjadi 10 kelompok yang masing-masing mencakup sekitar 10 persen keluarga.

Desil 1 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah.

Sementara desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi.

Namun, BPS menegaskan posisi tersebut tidak dapat dibaca sebagai ukuran mutlak kaya atau miskin.

Penentuan desil tidak hanya berdasarkan penghasilan, kepemilikan barang tertentu, daya listrik, pekerjaan, maupun satu indikator lainnya.

Ada berbagai faktor yang diperhitungkan secara bersamaan.

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Eks Kepala BPSDM Aceh Didakwa Korupsi Beasiswa, Kerugian Negara Rp14,32 Miliar
Ratusan Warga Bojonegoro Berdoa untuk Prabowo dan Keutuhan NKRI, Harap Program Pemerintah Bermanfaat bagi Masyarakat
885 Ribu Liter BBM Subsidi di Aceh Diduga Disalahgunakan Setiap Hari, Kerugian Negara Capai Rp1 Triliun
Cegah Karhutla, Prabowo Siapkan Alat Berat untuk Buka Lahan Tanpa Bakar
Yang Berbahaya Bukan Benderanya
Butuh Modal Usaha? Ini Syarat dan Simulasi KUR BCA 2026 hingga Rp100 Juta
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru