BREAKING NEWS
Jumat, 28 Agustus 2026

Demo Mereda Jadi Angin Segar bagi Investor, Rupiah Bangkit ke Rp17.707!

Administrator - Jumat, 28 Agustus 2026 09:39 WIB
Demo Mereda Jadi Angin Segar bagi Investor, Rupiah Bangkit ke Rp17.707!
Ilustrasi. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Nilai tukar rupiah membuka perdagangan Jumat, 28 Agustus 2026, dengan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Rupiah berada di level Rp17.707 per dolar AS pada pukul 10.05 WIB.

Berdasarkan analisis Doo Financial Futures, rupiah menguat 0,21 persen atau 37 poin dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya.

Baca Juga:

Penguatan rupiah terjadi sehari setelah aksi demonstrasi mahasiswa berakhir.

Meredanya aksi tersebut dinilai dapat mengurangi ketidakpastian di dalam negeri dan memberikan ruang bagi investor untuk kembali masuk ke aset rupiah.

Meski demikian, ruang penguatan rupiah diperkirakan masih terbatas.

Pelaku pasar cenderung menahan posisi sambil menunggu petunjuk mengenai arah kebijakan moneter Amerika Serikat.

Pergerakan rupiah juga terjadi ketika sejumlah mata uang Asia bergerak beragam terhadap dolar AS.

Won Korea Selatan tercatat menguat 0,35 persen terhadap dolar AS.

Penguatan berikutnya terjadi pada dolar Taiwan sebesar 0,23 persen, ringgit Malaysia 0,14 persen, dan dolar Singapura 0,05 persen.

Di sisi lain, sejumlah mata uang Asia mengalami pelemahan.

Peso Filipina tercatat turun 0,51 persen, diikuti baht Thailand yang melemah 0,21 persen dan rupee India turun 0,14 persen.

Yen Jepang juga melemah 0,04 persen, yuan Cina 0,02 persen, serta dolar Hong Kong 0,01 persen terhadap dolar AS.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan berakhirnya demonstrasi mahasiswa berpotensi menjadi sentimen positif bagi rupiah.

Menurut dia, kondisi domestik yang lebih tenang dapat membuka peluang bagi investor untuk kembali menempatkan dana pada aset berbasis rupiah.

"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS menyusul berakhirnya demo mahasiswa kemarin. Namun penguatan diperkirakan terbatas," kata Lukman, Jumat (28/8/2026).

Selain situasi dalam negeri, perhatian investor tertuju pada pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh dalam simposium Jackson Hole.

Investor masih menunggu sinyal mengenai arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat tersebut.

"Belum diketahui arah The Fed itulah sebabnya investor cenderung wait and see," ujarnya.

Lukman mengatakan pelaku pasar terutama berharap pidato Warsh dapat memberikan petunjuk mengenai arah suku bunga The Fed ke depan.

Sinyal yang lebih hawkish atau cenderung mendukung kebijakan suku bunga tinggi berpotensi memperkuat dolar AS. Kondisi tersebut dapat membatasi penguatan rupiah.

Sebaliknya, apabila sinyal yang disampaikan lebih dovish atau cenderung mendukung pelonggaran kebijakan moneter, rupiah berpeluang melanjutkan penguatan terhadap dolar AS.

Untuk perdagangan Jumat, Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.700 hingga Rp17.800 per dolar AS.

Dengan demikian, meski rupiah mendapat sentimen positif dari meredanya ketidakpastian domestik, arah pergerakan mata uang Garuda masih akan sangat dipengaruhi sentimen global.

Investor akan mencermati pidato The Fed untuk menentukan apakah dolar AS berpotensi kembali menguat atau justru memberikan ruang bagi rupiah untuk melanjutkan penguatan.* (bi/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Demo Kondusif dan Destry Jadi Gubernur BI, IHSG Dibuka Menguat!
Harga Emas Antam Turun Lagi! 1 Gram Rp2,718 Juta, Buyback Merosot Rp27 Ribu
Perampasan Aset dan Ujian Kepercayaan kepada Parlemen
Mengapa Mayoritas Penduduk Indonesia Beragama Islam?
Demi Cuan dan 'Gift' di Tengah Panasnya Aksi! Komdigi Sentil Akun Live Streaming Demo DPR yang Cuma Kejar Viral
SBY Memulai, Jokowi Kecewa, Prabowo Pertaruhkan Kursi DPR: RUU Perampasan Aset Akhirnya di Ujung Penantian 18 Tahun
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru