BREAKING NEWS
Selasa, 01 September 2026

26,6 Juta Orang Keluar dari Kemiskinan, Benarkah Ekonomi Indonesia Makin Sejahtera?

Dharma - Selasa, 01 September 2026 22:40 WIB
26,6 Juta Orang Keluar dari Kemiskinan, Benarkah Ekonomi Indonesia Makin Sejahtera?
Arsip Foto - Sejumlah warga beraktivitas di perkampungan padat penduduk tepi rel kereta api di Kampung Bandan, Jakarta, Jumat (14/10/2022). (foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/tom)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Pada program penurunan kemiskinan secara langsung, pemerintah menjalankan PRO-KESRA yang menargetkan 10 juta penduduk dan terintegrasi dengan bantuan sosial berbasis DTSEN.

"Pemerintah tidak melihat kedua hal tersebut sebagai dua pilihan yang saling meniadakan."

Menurut Haryo, sektor padat karya masih menjadi salah satu sektor penting dalam menciptakan pekerjaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Pertanian, perkebunan, dan perikanan menjadi bagian dari sektor tersebut.

Pemerintah memberikan dukungan melalui sejumlah program, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG), subsidi pupuk, serta dukungan untuk sektor perikanan.

Nilai Tukar Petani (NTP) nasional juga disebut meningkat.

Pada Juli 2026, NTP nasional mencapai 127,84, yang disebut sebagai salah satu level tertinggi dalam beberapa dekade terakhir.

Selain sektor padat karya, UMKM menjadi salah satu sumber utama penyerapan tenaga kerja.

Jumlah UMKM diperkirakan mencapai 65-66 juta unit, berkontribusi sekitar 61 persen terhadap PDB dan menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja nasional.

Pemerintah menilai persoalan kemiskinan tidak cukup diselesaikan dengan menambah jumlah pekerjaan. Kualitas pekerjaan dan produktivitas juga menjadi faktor penting.

"Rendahnya kualitas pekerjaan dan tingginya informalitas masih menjadi tantangan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Karena itu, pengurangan kemiskinan secara berkelanjutan perlu diarahkan dari sekadar peningkatan jumlah pekerjaan menuju peningkatan kualitas dan produktivitas pekerjaan." katanya.

Agenda jangka panjang pemerintah mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia dan keterampilan, transformasi usaha informal menuju usaha formal dan produktif, perluasan akses teknologi dan pembiayaan, serta penciptaan pekerjaan dengan nilai tambah tinggi.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
8 Komoditas Sudah Surplus, Benarkah Indonesia Telah Swasembada Pangan?
Bobby Nasution Pastikan Kebutuhan Pengungsi Erupsi Gunung Sinabung Terpenuhi, Minta Warga Tak Nekat Kembali ke Rumah
Gunung Sinabung Naik Level III, Bobby Nasution: Evakuasi Warga Harus Dipercepat
JWB 4 Siap Eksplorasi Medan, Rico Waas Ajak Peserta Nikmati Kuliner dan UMKM Lokal
Bukan Cuma Kasih Pinjaman, Rico Waas Dorong PNM Cetak Usaha Ultra Mikro yang Berkelanjutan
Pemko Medan Gandeng PERKI Tingkatkan Kesadaran Warga soal Kesehatan Jantung
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru