BREAKING NEWS
Jumat, 25 September 2026

Harga Emas Antam Turun Lagi Rp15.000, Kini Jadi Rp2,59 Juta per Gram

Adelia Syafitri - Jumat, 25 September 2026 09:33 WIB
Harga Emas Antam Turun Lagi Rp15.000, Kini Jadi Rp2,59 Juta per Gram
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Harga emas batangan Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam kembali turun pada perdagangan Jumat, 26 September 2026.

Harga emas Antam tercatat Rp2.590.000 per gram. Angka tersebut turun Rp15.000 dibandingkan harga perdagangan sebelumnya.

Sementara itu, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam berada di level Rp2.415.000 per gram.

Baca Juga:

Harga buyback tersebut turun Rp20.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Berikut daftar harga emas batangan Logam Mulia Antam:

0,5 gram: Rp1.345.000
1 gram: Rp2.590.000
2 gram: Rp5.120.000
3 gram: Rp7.655.000
5 gram: Rp12.725.000
10 gram: Rp25.395.000
25 gram: Rp63.362.000
50 gram: Rp126.645.000
100 gram: Rp253.212.000
250 gram: Rp632.765.000
500 gram: Rp1.265.320.000
1.000 gram: Rp2.530.600.000

Penurunan harga emas Antam terjadi di tengah pelemahan harga emas dunia.

Harga emas di pasar spot ditutup di level US$4.264,9 per troy ons, turun 0,52 persen dibandingkan hari sebelumnya.

Harga tersebut menjadi yang terendah sejak 16 September 2026.

Dengan penurunan tersebut, harga emas dunia telah melemah selama dua hari berturut-turut dengan penurunan lebih dari 2 persen.

Salah satu faktor yang turut menjadi perhatian pasar adalah kenaikan harga minyak dunia

Harga minyak jenis Brent tercatat naik sekitar 3 persen menjadi US$106,15 per barel.

Kenaikan harga minyak kembali terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Harapan tercapainya perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran juga disebut kembali meredup.

Bloomberg News melaporkan anggota senior Garda Revolusi Iran Yahya Rahim Safavi menyatakan bahwa wilayah konflik berpotensi meluas.

"Sekarang perang sudah meluas dari Teluk Persia ke Selat Hormuz dan ke Laut Merah. Tahap berikutnya bisa sampai ke Samudera Hindia atau di mana saja," kata Safavi.

Ketegangan juga muncul dalam Sidang Umum Majelis Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan negaranya tetap terbuka untuk pembicaraan damai, tetapi tidak akan tunduk terhadap ancaman.

Teheran juga menyatakan tidak akan membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz hingga sanksi dan blokade Amerika Serikat dicabut.

Kenaikan harga energi dapat meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global.

Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kebijakan bank sentral di berbagai negara terkait suku bunga.

Emas merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil atau non-yielding asset.

Karena itu, ketika suku bunga berada pada level tinggi, daya tarik emas bagi sebagian investor dapat berkurang karena biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil menjadi lebih besar.

Pergerakan harga emas selanjutnya masih akan dipengaruhi oleh perkembangan harga energi, kondisi geopolitik, inflasi, serta kebijakan suku bunga bank sentral.* (bb/ad)

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pemko Medan Juara 1 TP2DD Wilayah Sumatera, Digitalisasi Transaksi Daerah Makin Diperkuat
Maruli Siahaan: Pengawasan Lapas Penting, Temuan Ombudsman Perlu Diverifikasi Sebelum Disampaikan ke Publik
Di Balik Jeruji Lapas, Bisnis Kelas Sosial Itu Nyata?
Epic Comeback Tumbangkan China 3-2, Ubed Segel Emas Pertama Indonesia di Asian Games 2026
Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Lapas Labuhan Ruku Gandeng Dinkes dan Puskesmas Gelar Pemeriksaan Gratis
Infinix XBOOK 14 NEO Resmi Meluncur di Indonesia! Laptop Ringan, Harga Mulai Rp7,99 Juta
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru